Bedah Buku (Ayo giat memba©a!)

Jangan Meniru Barat

Judul Buku:

Oleh: Suraie SJ
Kemiskinan Global (Kegagalan Model Ekonomi Neoliberalisme), Jeremy Seabrook, Resist Book, September 2006.ADA anggapan, jika suatu negara meniru cara yang telah dijalankan Barat, atau mengadopsi pola Barat, negara tersebut akan menjadi negara kaya dan makmur. Karena itu, beberapa negara berkembang sedang menyiapkan dokumen-dokumen strategi untuk pengurangan kemiskinan, sebagai syarat untuk mengakses bantuan yang longgar dan pengurangan utang.

Menurut Jeremy Seabrook, penulis buku ini, anggapan itu salah besar. Sebab, kemiskinan merupakan salah satu fenomena global yang tidak hanya dialami oleh negara-negara yang notabene miskin tetapi juga dialami oleh negara-negara kaya. Seperti AS dan negara-negara Eropa lainnya.

Tapi, di negara kaya orang miskin tak terlihat, AS dan Eropa misalnya, telah menjalankan trik pelenyapan atas orang miskin. Orang miskin di sana dikurung dalam statistik, hingga mereka meledak dalam kejahatan yang mengerikan, kerusuhan, gangguan rasial, polisi menyerbu rumah-rumah pedagang obat bius, atau holigan sepak bola. Orang miskin di sana bukanlah bagian dari masyarakat arus utamanya yang makmur, sibuk dan riang.

Awalnya kita menduga bahwa AS dan Inggris adalah sebuah negara yang tidak dilanda kemiskinan dan pengangguran. Karena kaum miskin di sana hampir tidak pernah dimunculkan di media massa, baik media cetak maupun elektronik.

Dalam buku setebal 166 halaman ini, kita disuguhi berbagai fenomena, dari kemiskinan, pengangguran, kejahatan, hingga upah yang sangat rendah terhadap orang miskin. Masalah ini terjadi di seluruh dunia, baik di negara maju maupun negara berkembang. Secara keseluruhan buku ini telah membuka mata kita betapa butanya orang kaya melihat kemiskinan.

Menurut Jeremy Seabrook, ketidaktampakan kaum miskin di Barat disebabkan mereka memiliki strategi, di antaranya adalah menyeret kaum miskin ke dalam penjara. Seorang peneliti, Barbara Ehrenreich yang pernah tinggal berbulan-bulan di Amerika, mengungkap sejumlah fenomena masyarakat miskin di sana. Selain bekerja sebagai pelayan di sebuah rumah perawatan, pemasaran, dan pencucian, ia juga melakukan telaah atas ketidaktampakan orang miskin. Ia menandaskan bahwa selain tidak mendapat perhatian serius dalam hal pekerjaan, keberadaan orang-orang miskin ternyata sudah dianggap tidak ada dalam realitas kehidupan masyarakat di sana.

Kaum miskin di Barat merupakan jiwa mati demokrasi: nonpartisan, putus sekolah, tak terdaftar, tak tercantum di kartu pemilih dan daftar pemerintah. Selain itu, mereka dianggap musuh pasar, mereka tidak dihitung dan tidak dapat menghitung. Karena tidak mendapatkan perlindungan dan keamanan dari pemerintah, akhirnya ratusan ribu kaum miskin di negara-negara kaya, baik laki-laki maupun perempuan melarikan diri dari negaranya.

Terdapat pertanyaan dalam buku ini, mengapa ada banyak orang miskin di sebuah negara yang lebih makmur ketimbang sebelumnya? Menurut Jeremy Seabrook, pasti ada sesuatu yang keliru dengan pemikiran konvensional mengenai kekayaan dan kemiskinan.

Melalui bukunya, Jeremy Seabrook menyadarkan kita bahwa untuk melawan kemiskinan bukanlah suatu ‘jaring pengaman’ dari pelayanan sosial model negara kesejahteraan, melainkan jaringan darah daging, kekerabatan, dan keluarga (halaman 46).

Jaringan itu merupakan perlindungan mereka satu-satunya, rumah, makanan, dan perawatan. Dengan demikian, kaum miskin dapat membesarkan suatu generasi baru yang bebas dari kelaparan, kehausan, dan panggangan tarik matahari, guyuran hujan, atau dingin. Suraie SJ, Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta.

7 Komentar

  1. Salam Kenal wehhhh……..buku bagus tuhhh boss

  2. Terima kasih. Jika anda memiliki resensi buku yang ingin dikutip atau ditampilkan disini, kami akan sangat menampilkannya🙂 (Tentu selama masih didalam konteks Tema Phoenixblood)

    Best Regards”
    https://phoenixblood.wordpress.com

  3. Wow!!!

    Saya baru baru ini melihat buku tersebut di sebuah toko buku. Tapi entah kenapa otak saya lebih memilih untuk mengambil buku Anarkisme yang terletak persis di sebelahnya. Abis, sebrangan doang…

    Hm.. sepertinya menarik. Coba nanti saya cari lagi di toko buku…🙂

    Oh iya, Kamu menulis tentang Timor Timur. Kebetulan, saya tinggal di Timor Barat🙂 and I am really sick of Indonesian government.

    Mudah mudahan saya punya mood lagi untuk update tulisan tulisan saya. Saya lebih sering menulis di:
    drianchicken dot multiply dot com. Not really a great writing.. but yah..😛

    Salam

    Adrian

  4. jangan benci Indonesia, tapi benci orang yang menjalankan negara ini seperti tai kambing. : ) salam kenal saudaraku

  5. Dengan memperhatikan gerakan perekonomian (yg bernilai uang/harta kekayaan) oleh para cukong atau yg disebut dengan geng naga sembilan itu semoga memberi kesadaran bagi RAKYAT dan Pejabat negara RI siapa sesungguhnya yng disebut melakukan perbuatan merugikan keuangan/perekonomian negara (korupsi), sepertinya para cukong itu lebih dekat dengan “super korup”.Maka jika ada yang namanya pemberantasan korupsi seharusnya para cukong super korup itulah yang harus dilakukan proses hukum (ditangkap/dilakukan proses hukum-menyita seluruh harta kekayaannya yg dpatut diduga sebagai yang diperoleh dari atau hasil kejahatan.

  6. Maksudnya diprioritaskan untuk lebih dahulu dilakukan proses hukum tertutama mengenai pengembalian harta/uang RAKYAT yang dirampok/dikorup itu.

  7. dimana bisa dapat bukunya brooo???


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s