Hentikan Penjajahan NKRI di PAPUA ( Papua Merdeka!!)

Markas Pusat Pertahanan Komando Revolusi Tertinggi Tentara Revolusi Papua Barat (TRPB):

Dengan ini bermaksud menjelaskan satu dari berbagai perhitungan praktis langkah yang telah diambil Panglima Komando Tertinggi Tentara Pembebasan Nasional (TPN atau TEPENAL di Markas Pusat Pertahanan pada November – Desember 2006: yaitu pemisahan organisasi sayap militer (TPN/TRPB) dari organisasi sayap politik (OPM). Sementara perhitungan strategis dan taktis tidak disampaikan kepada publik dalam media ini.

Secara praktis, setelah berbagai babak kebangkitan bangsa Papua dan perjuangan sejak 1960-an hingga kini telah terjadi berbagai peristiwa penting yang perlu dicatat oleh bangsa Papua da Baca lebih lanjut

Laporan Khusus: Buang Duit Gaya Dinasti Cendana

Laporan Khusus
Buang Duit Gaya Dinasti Cendana

Trah Soeharto adalah kisah tentang rumah berjuta poundsterling di
Inggris, reli mobil di Australia, perburuan di Selandia Baru,
perjudian di Christmas Island, dan segunung tas belanja yang tak
sempat dibuka.

BEL itu berdentang nyaring. Sekian menit ditunggu, tak ada yang
membukakan pintu rumah mewah di Winnington Road No. 8, Hampstead,
London, itu. Baca lebih lanjut

PKS memutarbalik-kan logika [Politisasi] agama?

Penjelasan PKS Tentang Wacana Partai Terbuka Baca lebih lanjut

Mahalnya Kursi Senayan!

Mahalnya Kursi Senayan

Perjalanan memperebutkan kursi di Senayan untuk menjadi anggota DPR RI tidaklah mudah. Penuh liku dan pengorbanan. Tidak hanya waktu dan tenaga, tetapi juga uang, terutama bagi mereka yang mewakili partai besar yang kemungkinan jadinya juga besar.

Pada pemilu-pemilu sebelumnya, orang yang dekat dengan elite partai bisa dengan mudah duduk di Senayan, tak peduli berduit atau tidak, dipilih rakyat atau tidak. Namun pada Pemilu 2004 ini, orang yang mau menjadi mencicipi empuknya kursi di Senayan harus berjuang mengerahkan segala sumber dayanya karena sistem pemilu memungkinkan seorang calon legislatif (caleg) dipilih langsung (baca: Memperebutkan Caleg, hal. 8).

Semua caleg yang mau bertarung pada Pemilu 2004 harus mengeluarkan dana dari koceknya. Pengalaman setiap caleg memang tidak seragam. Ada yang mengaku sudah menghabiskan ratusan juta, namun ada juga yang hanya menghabiskan ratusan ribu. Dana itu digunakan untuk macam-macam kepentingan berkaitan dengan pencalonan.

Trimedya Panjaitan, caleg PDI-P dari Sumatera Utara II, misalnya, mengaku hingga kini sudah mengeluarkan Rp 200-300 juta. Baca lebih lanjut

[Politik] Politik Machiavellian Indonesia

[Politik] Politik Machiavellian Indonesia


POLITIK MACHIAVELLIAN INDONESIA
(Politik Mempertahankan Kekuasaan)
Oleh: Sapomo CM

Menyimak sejarah politik Indonesia sama artinya dengan menyimak ulang konsep politik Machiavelli. Politik Indonesia pertama-tama bukan memikirkan bagaimana penguasa mengatur tata hidup bersama, melainkan bagaimana penguasa mengatur tata pemerintahan sedemikian rupa sehingga ia tetap dicintai, dikagumi dan diandalkan rakyatnya. Politik Indonesia lebih memikirkan bagaimana kekuasaan dipertahankan selama mungkin daripada bagaimana Indonesia dibangun sebaik mungkin. Cara berpikir seperti ini sejalan dengan konsep politik modern Machiavelli.

Dalam Il Principe bab IX, Machiavelli menyarankan bagaimana seorang penguasa mempertahankan kekuasaannya. Caranya adalah dengan menarik hati dan simpati rakyat. Ia lantas menulis begini: “The Prince is, moreover, obliged to live always with the same people.” Selanjutnya Machiavelli menambahkan: “One, however, who becomes prince by favour of the populace, must maintain its friendship, which he will find easy, the people asking nothing but not to be oppressed. But one who against the peoples wishes becomes prince by favour of the nobles, should above all endeavour to gain the favour of the people; this will be easy to him if he protects them. The prince can win their favour in many ways, which vary according to circumstances.”
Baca lebih lanjut

Ketua DPD : DPR Itu Serba Uang

Ketua DPD : DPR Itu Serba Uang


Enggan Berbagi Kewenangan karena Tak Ada Tawaran Menguntungkan

JAKARTA – Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Ginandjar Kartasasmita menuding sinis DPR. Menurut dia, DPR itu serbauang.

Mantan menteri pertambangan dan energi pada era Soeharto tersebut memperkirakan, usul amandemen UUD yang meminta DPR berbagi kewenangan dengan DPD diganjal dewan karena tidak ada tawaran menguntungkan.

“Usul amandemen adalah upaya besar, tapi tanpa uang. Padahal, untuk mengegolkan undang-undang saja, DPR perlu uang,” ujar Ginandjar dalam buka puasa bersama kelompok DPD di MPR, Jakarta, kemarin (19/9).

Hadir dalam acara tersebut Wakil Ketua MPR Aksa Mahmud serta sejumlah pakar seperti Sri Soemantri, Satya Arinanto, Deny Indrayana, Cecep Effendi, Syamsudin Haris, Umar Juoro, Sukardi Rinakit, dan Marwah Daud Ibrahim. Mereka dimintai pendapat mengenai usul amandemen UUD 1945, khususnya pasal 22D tentang peran dan kewenangan DPD.

Menurut Ginandjar, fraksi-fraksi di DPR menolak usul amandemen karena tidak ada manfaat langsung yang diterima parpol-parpol. Bahkan, jika amandemen gol, sejumlah hak istimewa parpol akan berkurang karena ada share (pembagian) kewenangan yang seimbang antara DPR dengan DPD. “Mereka (parpol-parpol) tentu bertanya, kami dapat apa,” ungkapnya. Baca lebih lanjut

PDI-P terbitkan website. (©li©k! me to enter)

—————————————————————————————–

PDIP Luncurkan Website

PDI-P
Halaman depan Website PDIP terbaru, “Perjuangan tiada Akhir?”

PARTAI peraih suara terbanyak kedua pada Pemilu 2004, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), baru saja meluncurkan website. Meski terlambat karena partai-partai lain sudah lama memiliki situs, PDIP tetap yakin situs itu akan membantu mendongkrak suara pada Pemilu 2009.

Situs PDIP, sebenarnya, mulai di-launching pada 6 Juni 2007. Kemarin situs tersebut mulai disebarluaskan oleh DPP PDIP ke pengurus PDIP di daerah. “Situs ini sudah lama ditunggu pengurus dan simpatisan PDIP,” kata Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi DPP PDIP Daryatmo Mardiyanto.

Menurut Daryatmo, melalui situs tersebut, masyarakat semakin mudah mengenal PDIP. Dalam situs itu, terdapat data pengurus DPP PDIP, anggota fraksi PDIP di DPR, serta kegiatan PDIP di seluruh Indonesia. “Utamanya, kegiatan Ibu Ketua Umum (Megawati Soekarnoputri, Red) akan selalu dipublikasikan di situs kami,” ujar Daryatmo.

Baca lebih lanjut