Presiden Susilo Bisa Gugat The Australian (©li©k! me to enter)

Anggota DPR dari Partai Golkar M Akil Mochtar mengatakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dapat melakukan gugatan secara internasional terkait penerbitan kartun di harian The Australian edisi Sabtu (1/4) yang dianggap menghina. “Presiden dapat mengajukan gugatan itu melalui Pengadilan Federal Australia,” kata Akil Mochtar saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (1/4).

Pada kartun tersebut, Presiden Susilo digambarkan memakai kopiah hitam dan mempunyai ekor sambil berkata, “Don’t take this the wrong way …”, sementara di bawahnya ada gambar seseorang berkulit hitam yang dinyatakan pembuatnya, Bill Leak itu, sebagai warga Papua.

Menurut Akil, dari perspektif hubungan antar negara, seharusnya hal itu tidak boleh terjadi karena menyangkut kepala pemerintahan. “Dari segi hukum, bisa saja Presiden menuntut agar itu tidak terjadi. Kebebasan pers menunjukan bagaimana sikap negara tersebut dengan Indonesia,” katanya.

Akil juga menyarankan agar pemerintah kembali mempertimbangkan hubungan diplomatik antara Indonesia dan Australia. “Masih efektif atau tidak, kalau lebih banyak merugikan, kenapa tidak diputus saja,” katanya.




Saya ngga tau apakah anggota DPR Akil Mochtar ini ultra nasionalis atau super naif. Tapi lagi-lagi contoh blatant mengapa RI tidak akan maju di bawah komando orang-orang yang sok mengerti politik padahal mereka buntelan nol besar, ngga becus, dan inkompeten.Saya ngga tau apakah bapak Mochtar ini mengerti bahwa dunia Barat akan serta merta menertawakan pernyataannya yang dilontarkannya.Saya ngga tau apakah anggota DPR yang terhormat ini tau bahwa pers dunia Barat tidak peduli akan hal-hal sekecil ini. Kartun kritik terhadap tema sosial, politik, kepala pemerintahan adalah hal quotidiant, hal sehari-hari yang dianggap sama normalnya dengan guru mengajar dan jurnalis menulis.Adalah memalukan kalau gugatan ini disampaikan, RI akan dianggap bak anak bau kencur yang mencoba mendikte dunia akan world politic padahal ngelap ingus sendiri aja belum becus.Saya ngga tau apakah bapak Mochtar menyadari, bahwa kebanyakan pemimpin negara maju TIDAK lagi peduli, kebal, imun, terhadap hal minor seperti ini. Kalau saja presiden Bush harus mengurusi setiap kali ia dikritik dan dikartunkan di media, mungkin Amerika tak akan pernah berangkat ke Afghanistan dan Irak.

Di Perancis ada program TV bernama Les Guignols, di mana kepala negara mereka (plus bintang tamu dari negara lain) dijadikan bulan-bulanan kritik sosial pedas (dan kasar) via permainan drama aktor-aktor bertopeng karet. Dan kalau saja hal ini diributkan, maka Perancis pun akan telah menjadi negara dunia ke-3 sejak dekade lalu. Anda bisa bayangkan kalau acara ini dikopi oleh stasiun TV di RI – langsung dibredel, akan ada demo-demo di depan studio TV.

Kartun tersebut mungkin dianggap menghina (bagi sebagian), tapi begitu pula kartun-kartun yang dimuat di pers di sini. Setiap hari!

But what’s the big deal. Get on with it.

Sejak kapan ada hukum tertulis, konvensi internasional di mana suatu negara dilarang -dari sudut perspektif hubungan antar negara- memuat kartun “menyinggung” perasaan kepala negara tetangga ???

Dan jangan lupakan fakta bahwa Papua selama ini tidak pernah menikmati kekayaan tanah mereka sendiri (and that’s how the cartoon hit the sore note! ). Pemerintah RI ongkang-ongkang kaki menikmati sistem «bagi hasil» dengan Freeport sementara para Senator di Jakarta sibuk berdiskusi bagaimana taktik terbaik menaikkan gaji mereka setiap enam bulan sekali sambil memikirkan destinasi perjalanan «studi banding» berikutnya, kalo bisa sih sekaligus lewatin butik Gucci, Versace, dan Armani.

Look after the people, the economy of the country – at least you’ll be doing what the taxpayers thought what they paid you for. And have a good long look at our fucken self before critisising others. That’s what I reckon.

And please, stop embarrassing us.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s