<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Politik, Bisnis, Birokrasi, Mafia dan Darah.</title>
	<atom:link href="http://phoenixblood.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://phoenixblood.wordpress.com</link>
	<description>Nasionalisme Virtual??</description>
	<lastBuildDate>Tue, 13 Dec 2011 07:18:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='phoenixblood.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Politik, Bisnis, Birokrasi, Mafia dan Darah.</title>
		<link>http://phoenixblood.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://phoenixblood.wordpress.com/osd.xml" title="Politik, Bisnis, Birokrasi, Mafia dan Darah." />
	<atom:link rel='hub' href='http://phoenixblood.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Hentikan Penjajahan NKRI di PAPUA ( Papua Merdeka!!)</title>
		<link>http://phoenixblood.wordpress.com/2008/08/12/hentikan-penjajahan-nkri-di-papua-papua-merdeka/</link>
		<comments>http://phoenixblood.wordpress.com/2008/08/12/hentikan-penjajahan-nkri-di-papua-papua-merdeka/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Aug 2008 02:27:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>phoenixblood</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik DARAH Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[barat]]></category>
		<category><![CDATA[irian]]></category>
		<category><![CDATA[merdeka]]></category>
		<category><![CDATA[opm]]></category>
		<category><![CDATA[papua]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://phoenixblood.wordpress.com/?p=41</guid>
		<description><![CDATA[Markas Pusat Pertahanan Komando Revolusi Tertinggi Tentara Revolusi Papua Barat (TRPB): Dengan ini bermaksud menjelaskan satu dari berbagai perhitungan praktis langkah yang telah diambil Panglima Komando Tertinggi Tentara Pembebasan Nasional (TPN atau TEPENAL di Markas Pusat Pertahanan pada November &#8211; Desember 2006: yaitu pemisahan organisasi sayap militer (TPN/TRPB) dari organisasi sayap politik (OPM). Sementara perhitungan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=phoenixblood.wordpress.com&amp;blog=1278611&amp;post=41&amp;subd=phoenixblood&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter" src="http://i14.photobucket.com/albums/a324/bennix/bintangkejora.jpg" alt="" width="500" height="200" /></p>
<p>Markas Pusat Pertahanan Komando Revolusi Tertinggi Tentara Revolusi Papua Barat (TRPB):</p>
<p>Dengan ini bermaksud menjelaskan satu dari berbagai perhitungan praktis langkah yang telah diambil Panglima Komando Tertinggi Tentara Pembebasan Nasional (TPN atau TEPENAL di Markas Pusat Pertahanan pada November &#8211; Desember 2006: yaitu pemisahan organisasi sayap militer (TPN/TRPB) dari organisasi sayap politik (OPM). Sementara perhitungan strategis dan taktis tidak disampaikan kepada publik dalam media ini.</p>
<p>Secara praktis, setelah berbagai babak kebangkitan bangsa Papua dan perjuangan sejak 1960-an hingga kini telah terjadi berbagai peristiwa penting yang perlu dicatat oleh bangsa Papua da<span id="more-41"></span>lam mengikuti sejarah tanah dan bangsanya. Bangsa Papua dan khususnya para pejuang kemerdekaan Papua Barat perlu juga mempejalari dan mengikuti dengan dekat segala perkembangan regional dan global, dalam perhitungan politik dalam memajukan aspirasinya. Khususnya kemenangan bangsa Melanesia di Timor Leste dan nasib bangsa di Nangroe Acheh Darussalam menjadi catatan penting bagi langkah perjuangan dan pembenahan organisasi perjuangan bangsa Papua<br />
Papua Barat dan organisasi perjuangannya saat ini diperhadapkan kepada dua pilihan yang harus dan mau tak mau dihadapi dan diputuskan, karena pengkondisian ini telah dilakukan secara global untuk memaksa Indonesia dan Papua Barat mengambil sikap yang jelas dan tegas: Apakah Papua Barat harus diperjuangkan untuk berpisah dari NKRI ataukah lebih baik Papua Barat ada di dalam NKRI? Jawabannya jelas bervariasi, tergantung kepada keuntungan yang dapat diperoleh secara politik dan ekonomi bagi masing-masing pihak yang menjawabnya. Bagi bangsa Papua “M” adalah harga mati. Sementara bagi bangsa lain di dunia, “M” itu merupakan SALAH SATU dari pilihan yang ada, yang harus dipilih oleh bangsa Papua di hadapan NKRI.</p>
<p>Untuk melakukan pemilihan itu, tidaklah pernah dunia internasional secara seratus persen mendengarkan aspirasi bangsa yang memperjuangkan nasibnya untuk keluar dari penjajahan. Yang lazim terjadi adalah proses hitung-menghitung keuntungan bagi masing-masing pihak yang berkepentingan. Yang jelas sejumlah negara Barat sangat berkepentingan dengan Papua Barat di dalam NKRI. Bagi mereka, Papua Barat di dalam NKRI adalah syarat yang paling baik karena paling menguntungkan mereka secara ekonomi. Mereka sama sekali tidak memperhitungkan penderitaan, apalagi aspirasi bangsa Papua Apalagi bagi NKRI, kepentingan NKRI sama sekali tidak terkait dengan “siapa yang diuntungkan secara ekonomi dari pendudukannya di tanah Papua.” Baginya kebesaran wilayah pendudukannya adalah kunci kejayaan, tidak perduli nasib dan kondisi dari rakyat dan bangsa yang didudukinya itu, tidak ambil pusing dirinya sendiri melarat dan mengemis. Itu urusan nomor ke seratus. Urusan nomor satu ialah NKRI adalah harga mati. Ada SATU kesamaan antara sejumlah negara barat tadi dengan NKRI: yaitu: keduanya merasa beruntung kalau mempertahankan pendudukan NKRI di Papua Barat<br />
Sementara itu, bangsa Papua juga telah menyatakan dengan jelas dan memperjuangkannya selama hampir setengah abad lamanya, bahwa Merdeka adalah Harga Mati! Kedua belah pihak telah mematok posisi dan sikap mereka sebagai harga mati.</p>
<p>Walaupun demikian, dalam politik modern, dan di antara bangsa-bangsa beradab, dan terutama sebagai sesama manusia yang berbeda pendapat, konflik haruslah diakhiri, pertumpahan darah hendaknya dihentikan. Dunia kita telah menjadi dunia yang ‘globalised’, yang tidak tertutup dan yang tidak terisolasi. Dunia kita saat ini menjadi dunia yang terbuka dan telanjang. Konflik NKRI-Papua Barat sudah menjadi agenda dan permainan sejumlah negara di dunia. Sebagai bangsa beradab, organisasi perjuangan bangsa Papua haruslah membenahi dan mempersiapkan diri untuk memasuki babak perjuangan yang baru dengan tantangan dan pendekatan yang baru pula, sejalan dengan perubahan geopolitik belakangan ini.</p>
<p>Kita berjalan ke Indonesia dalam kaitannya dengan perjuangan kemerdekaan bangsa-bangsa di dalam NKRI. Menjelang kemerdekaan bangsa Melanesia di Timor Leste ada sejumlah kunci yang dipakai waktu itu secara organisasi. Yang paling menonjol adalah penyatuan berbagai organisasi dan/atau faksi ke dalam satu front, United Front. Penyatuan itu menyulut dan mengobarkan api perjuangan bangsa Melanesia di Tomor Leste. Lalu kalau kita bandingkan dengan insiden di NAD, maka terlihat jelas justru penyatuan itu memaksa bangsa Acheh untuk harus bertekuk-lutut kepada penjajah NKRI untuk menerima Perjanjian Damai. Dalam kasus pertama, penyatuan menyulut dan menguatkan api perjuangan, dan yang kedua justru penyatuan itu memenjarakan dan menjerat aspirasi bangsa Acheh untuk harus berbelok arah dari perjuangan untuk memisahkan diri dari NKRI menjadi perjuangan untuk perbaikan dalam berbagai bidang di dalam konteks NKRI. Kalau kita pelajari secara saksama, keberhasilan/kegagalan keduanya tidak hanya ditentukan oleh bangsa yang berjuang untuk melepaskan diri dari NKRI, tetapi kunci permainan ada di tangan kepentingan-kepentingan di luar NKRI, penguasa Bumi ini.</p>
<p>Kini kita masuk ke tanah air. Papua Barat telah diberikan Paket Otonomi Khusus, sama dengan NAD, di mana ada sejumlah perlakuan dan pengaturan secara khusus diberuntukkan bagi kedua wilayah yang selama ini menuntut kemerdekaannya dari NKRI. Kekhususan di NAD ditekankan kepada aspek agama dan tradisi kehidupan beragama. Sementara kekhususan untuk Papua Barat lebih dititik-beratkan kepada kekhususan etnik dan ras (sosial-budaya).</p>
<p>Yang menjadi pertanyaan adalah “Mengapa ada otonomi yang khusus kepada kedua wilayah dan bangsa?” Padahal wilayah dan bangsa lain, yang secara kemanusiaan dan sebagai wilayah dan bangsa pendudukan NKRI yang sama kedudukannya hanya diberikan status Otonomi Daerah. Jawabannya jelas, kekhususan itu terkait dengan tuntutan kedua bangsa dan wilayah untuk memisahkan diri dari NKRI. Dengan kata lain, “Status Khusus” sangat dan langsung terkait dengan tuntutan kemerdekaan dan/atau memisahkan diri dari NKRI. Artinya, status khusus adalah jawaban politik untuk membatasi dan akhirnya menghentikan total tuntutan kemerdekaan dari kedua bangsa dan wilayah dimaksud. Dengan kata lain, status ini diberikan berdasarkan kebijakan politik global dan nasional NKRI dalam mempertahankan kedua bangsa dan wilayah tetapi di dalam NKRI.</p>
<p>Oleh karena itulah, maka selama ini bangsa Papua MENOLAK DENGAN TEGAS Otonomi Khusus NKRI di Papua Barat Penolakan itu jelas tidak diterima, dan ditolak tegas oleh NKRI dan masyarakat internasional-pun menonton apa kemauan NKRI lebih daripada aspirasi bangsa yang memperjuangkan nasibnya untuk keluar dari NKRI. Sama dengan perjalanan sejarah perjuangan bagsa Acheh, bangsa Papua kini sudah dalam perjalanan menuju kandang persembelihan, kandang di mana bangsa Papua dan organisasi perjuangan Papua Merdeka sedang digiring ke arah duduk bersama NKRI untuk berdialog.</p>
<p>Apa artinya berdialog? Berdialong artinya terjadi komunikasi dua arah antara dua belah pihak: dalam hal ini Papua Barat dan NKRI. Hasil dari dialog adalah menemukan titik temu, di mana kedua-duanya harus mengorbankan sejumlah perbedaan dan menerima sejumlah persamaan, walaupun pahit sekalipun. Semuanya dilakukan sebagai hasil dari Dialog, atas nama kemanusiaan, perdamaian dunia dan stabilitas keamanan kawasan.</p>
<p>Keberhasilan SBY-JK menyelesaikan konflik berkepanjangan di NAD jelas memberikan kredit point yang besar bagi pemerintahan yang sedang berjalan. Dunia Internasional malahan telah mengajukan SBY sebagai calon penerima Hadiah Nobel Perdamaian. Melihat keberhasilan itu, Dunia Internasional sementara ini sedang mendesak NKRI memainkan kartu yang sama dalam mengakhiri konflik NKRI &#8211; Papua Barat<br />
Untuk itu, NKRI, khususnya SBY-JK sedang mencari format yang tepatguna. Mereka menghendaki organisasi perjuangan bangsa Papua untuk duduk bersama NKRI dan berdialog. Dialog itu harus jalan. Untuk melayani kepentingan dunia internasional dan NKRI, maka bangsa Papua perlu bersiap dan berbebah diri. Akan tetapi, dengan melayani kepentingan itu, tentara Revolusi Papua Barat sebagai satu-satunya dan induk dari angkatan perlawanan bangsa Papua haruslah berbenah diri agar ia tidak terjebak ke dalam skenario “pengkandangan” atau “penjaringan” segenap kekuatan perjuangan seperti yang terjadi di berbagai tempat lain dan khususnya di NAD.</p>
<p>Selain itu kita perlu akui sebuah sejarah, dan fakta bahwa NKRI-lah yang memberi nama Papua Merdeka’&gt;OPM sebagai signkatan Organisasi Papua Merdeka. (Silahkan rujuk ke berbagai buku sejarah Papua Merdeka’&gt;OPM dan akan Anda temukan bahwa nama “OPM” pada awalnya bukanlah singkatan dari Organisasi Papua Merdeka.) Setelah itu, begitu TPN/TEPENAL dibentuk dan berkiprah dalam perjuangan bangsa Papua melawan penjajahan, maka NKRI pula-lah yang memberikan nama Papua MErdeka’&gt;TPN/OPM (Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka). Memang nama singkatan Papua Merdeka’&gt;OPM dan TPN adalah buatan orang Papua tetapi kepanjangan dari nama Papua Merdeka’&gt;OPM dan penempelan nama TPN dengan Papua Merdeka’&gt;OPM menjadi Papua MErdeka’&gt;TPN/OPM adalah bentukan NKRI. Sebuah nama yang aneh tapi nyata. Mengapa nama Papua Merdeka’&gt;OPM ditempelkan ketat dengan TPN Alasan praktis yang jelas, ini merupakan tindakan taktis yang jelas dipermainkan oleh NKRI untuk menyudutkan Papua Merdeka’&gt;OPM sebagai sebuah organisasi bersenjata. Papua Merdeka’&gt;OPM sebagai organisasi bersenjata berarti ia tidak layak dan dilarang berpolitik di pentas politik dunia. Makanya baru-baru ini, Kapolda Papua mengatakan, seperti dikutip Cenderawasih Pos, “Kapolda: Separatis Berpolitik Berbahaya.” Dengan kata lain, “Lebih baik kalau separatis tidak berpolitik alias berbicara dengan perjuagnan bersenjata”. Dengan kata lain, “Lebih baik Papua Merdeka’&gt;OPM ditempelkan ke TPN daripada Papua Merdeka’&gt;OPM berpolitik.”</p>
<p>Setiap perjuangan di muka bumi memang harus memiliki organisasi sayap politik dan sayap militer. Akan tetapi kedua sayap tidak dapat disebut dengan istilah “ATAU” di antara nama mereka, tidak dapat menggunakan tanda strep (/) dalam menyebut nama sayap politik dan sayap militer. Maka organisasi perjuangan bangsa Papua bukanlah TPN strep (/) Papua Merdeka’&gt;OPM Secara gramatikal, istilah TPN strep (/) Papua Merdeka’&gt;OPM artinya TPN atau Papua Merdeka’&gt;OPM artinya TPN atau bisa juga disebut Papua Merdeka’&gt;OPM Dalam penamaan oleh NKRI ini, organisasi sayap militer dan sayap politik menjadi sama saja, bukan berbeda. Akibatnya kedua angkatan ditempelkan sebagai organisasi bersenjata, keduanya mendukung kekerasan di Tanah Papua Itu artinya keduanya tidak dapat berpolitik di pentas politik global. Tidak pelak lagi, dalam banyak buku dan situs intelijen dunia, Papua Merdeka’&gt;OPM selalu ditempatkan sebagai organisasi yang mendukung kekerasan di Asia-Pasifik, yang harus diwaspadai oleh kekuatan-kekuatan modern yang menyukai kemapanan kondisi geopolitik dan stabilitas keamanan kawasan.</p>
<p>Melihat perkembangan dan gelagat seperti inilah, maka ada keputusan sebagai hasil dari serangkaian rapat konsolidasi dan reorganisasi angkatan bersenjata perlawanan rakyat Papua di seluruh tanah air selama tahun 2001-2006. Hasil konsolidasi itu jelas menununjukkan perlu ada tindakan untuk membantu Papua Merdeka’&gt;OPM dalam kiprah politiknya di dunia, dalam melakukan lobi dan dialog dengan berbagai pihak. Organisasi Politik haruslah dibebaskan untuk berkiprah secara bebas dan aktiv dalam berbagai tingkatan dan pendekatan serta lobi-lobi politik untuk kepentingan bangsa Papua Untuk itu maka dipandang perlu ada sebuah keputusan resmi dari kedua Organisasi untuk menentukan langkah ke depan. Maka telah dilakukan sebuah Kongres Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat pada 26 November &#8211; 3 Desember 2006. Keputusan Kongres Nomor 01 menyatakan sebuah deklarasi bahwa secara resmi Tentara Revolusi Papua Barat memisahkan diri dari Organisasi Papua Merdeka.</p>
<p>Sebagai tindak lanjut daripada itu, maka telah diselenggarakan sebuah pertemuan yang menghadirkan berbagai pihak dan organisasi dari Papua Barat di Republik Vanuatu awal tahun 2007. Rapat ini memutuskan membentuk sebuah Koalisi Nasional untuk Pembebasan Papua Barat Koalisi ini dimotori oleh Papua Merdeka’&gt;OPM sebagai wadah politik untuk memainkan perannya di pentas politik global. Menurut skenario yang dibangun TPN (sebelum berubah menjadi Papua Barat’&gt;TRPB sejauh ini, maka sudah jelas bahwa perjuangan bangsa Papua kini telah memasuki babak baru dalam sejarahnya, yaitu sebuah organisasi sayap militer dengan konsolidasi dan reorganisasi yang penuh dan organisasi sayap politik dengan sebuah koalisi hasil konsolidasi yang memiliki kekuatan untuk melakukan tugas-tugas politik dan diplomasi.</p>
<p>Sekarang tiba pada giliran bangsa dan rakyat Papua di manapun Anda berada, untuk merapihkan barisan dan mendukung segala kebijakan yang diambil para pejuang bangsa Papua baik di sayap politik ataupun sayap militer. Sementara bergelut dengan NKRI dalam politik otonomisasinya, hendaknya bangsa Papua tidak melupakan bahwa Papua Barat’&gt;TRPB dan Papua Merdeka’&gt;OPM membutuhkan uluran tangan Anda, tenaga Anda dan dukungan Anda secara moril dan dalam doa.</p>
<p>[CENTER][IMG][IMG]http://i14.photobucket.com/albums/a324/bennix/bintangkejora.jpg[/IMG][/IMG][/CENTER]</p>
<p>===========<br />
Bagaimana tanggapan para pembaca atas pesan dari petinggi sayap TRPB ini?</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/phoenixblood.wordpress.com/41/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/phoenixblood.wordpress.com/41/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/phoenixblood.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/phoenixblood.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/phoenixblood.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/phoenixblood.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/phoenixblood.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/phoenixblood.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/phoenixblood.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/phoenixblood.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/phoenixblood.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/phoenixblood.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/phoenixblood.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/phoenixblood.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/phoenixblood.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/phoenixblood.wordpress.com/41/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=phoenixblood.wordpress.com&amp;blog=1278611&amp;post=41&amp;subd=phoenixblood&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://phoenixblood.wordpress.com/2008/08/12/hentikan-penjajahan-nkri-di-papua-papua-merdeka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/878965251281873f8ebc705c5149bbd2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">phoenixblood</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i14.photobucket.com/albums/a324/bennix/bintangkejora.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Laporan Khusus: Buang Duit Gaya Dinasti Cendana</title>
		<link>http://phoenixblood.wordpress.com/2008/03/06/laporan-khusus-buang-duit-gaya-dinasti-cendana/</link>
		<comments>http://phoenixblood.wordpress.com/2008/03/06/laporan-khusus-buang-duit-gaya-dinasti-cendana/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Mar 2008 02:32:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>phoenixblood</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Politik DARAH Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://phoenixblood.wordpress.com/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[Laporan Khusus Buang Duit Gaya Dinasti Cendana Trah Soeharto adalah kisah tentang rumah berjuta poundsterling di Inggris, reli mobil di Australia, perburuan di Selandia Baru, perjudian di Christmas Island, dan segunung tas belanja yang tak sempat dibuka. BEL itu berdentang nyaring. Sekian menit ditunggu, tak ada yang membukakan pintu rumah mewah di Winnington Road No. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=phoenixblood.wordpress.com&amp;blog=1278611&amp;post=40&amp;subd=phoenixblood&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-weight:bold;"> Laporan Khusus</span><br /><span style="font-weight:bold;"> Buang Duit Gaya Dinasti Cendana </span></p>
<p><img src="http://www.smh.com.au/ffximage/2005/05/09/soeharto_narrowweb__200x290.jpg" height="290" width="200" /> Trah Soeharto adalah kisah tentang rumah berjuta poundsterling di<br />
Inggris, reli mobil di <span class="yshortcuts">Australia</span>, perburuan di Selandia Baru,<br />
perjudian di Christmas Island, dan segunung tas belanja yang tak<br />
sempat dibuka.</p>
<p>BEL itu berdentang nyaring. Sekian menit ditunggu, tak ada yang<br />
membukakan pintu rumah mewah di Winnington Road No. 8, Hampstead,<br />
London, itu. <span id="more-40"></span>Padahal dua mobil mengkilat?VW Caravelle biru langit dan<br />
Honda Legend merah?terparkir di halaman depannya yang tak berpagar.<br />
Rumah bergaya Victorian itu jelas masih berpenghuni. Pekarangannya,<br />
yang berbatu paving, tertata rapi. Bunga berwarna kuning, biru, dan<br />
putih menghiasi tamannya yang asri lagi luas. Dindingnya, yang tak<br />
bersemen, didominasi warna merah bata, padu dengan warna putih dari<br />
kusen pintu dan daun jendela.</p>
<p>Beberapa ratus meter dari situ?masih di jalan yang sama?berdiri  sebuah<br />
bangunan yang jauh lebih mewah, mirip puri bangsawan Inggris tempo<br />
dulu. Nomor rumah berbalkon putih itu: 89. Luasnya dua kali lebih<br />
besar dari yang pertama. Menurut seorang sumber TEMPO, rumah itu<br />
adalah gedung yang dibangun baru. Setelah dibeli, bangunan semula<br />
dirobohkan. Di teras, terpampang tulisan &#8220;Hillcrest&#8221; dari logam<br />
keemasan. Tapi, di pojok kanan halaman depan kedua rumah itu, terlihat<br />
sebuah papan mencolok bertuliskan: &#8220;For Sale&#8221;?dijual. Di bawahnya<br />
tertera nama sebuah agen properti: John D. Wood &amp; Co.</p>
<p>Kedua rumah itu memang kerap menjadi gunjingan orang. Ini bukan cuma<br />
karena kemewahannya? Hampstead, yang terletak di daerah berbukit,<br />
adalah kawasan hunian paling prestisius di London?tapi juga karena<br />
pemiliknya bukan &#8220;orang sembarangan&#8221; . Mereka adalah Sigit Harjojudanto<br />
dan istrinya, Elsje Ratnawati Harjojudanto, putra dan menantu mantan<br />
presiden Soeharto?yang lagi diperiksa karena kasus  korupsi dan<br />
penyalahgunaan kekuasaan. Adalah Andrew Buncombe, wartawan harian<br />
terkemuka di Inggris, The Independent, yang pertama kali mengangkatnya<br />
ke permukaan. Tulisannya di edisi 16 Maret lalu, bertajuk Suhartos<br />
Sell Boltholes in <span class="yshortcuts">UK</span> for £ 11m (&#8220;Keluarga Soeharto Menjual Rumah<br />
Pelarian di Inggris Seharga 11 Juta Poundsterling&#8221; ), menjadi bukti<br />
kesekian?dari setumpuk bukti yang sudah ada?betapa trah Soeharto<br />
menjalani kehidupan bak syekh padang pasir.</p>
<p>Dalam laporan itu, Andrew Buncombe menggambarkan betapa &#8220;wah&#8221;-nya<br />
(dengan W besar) rumah keluarga Sigit itu: berlantai marmer, memiliki<br />
delapan kamar, lengkap dengan aula untuk jamuan makan. Menurut pemburu<br />
harta Soeharto, George Junus Aditjondro, sejak Januari lalu puri itu<br />
telah ditawarkan lewat agen <span class="yshortcuts">John Wood</span> &amp; Co. Harganya selangit: £ 8<br />
juta, atau jika dihitung dengan kurs Rp 15 ribu, ya ampun, mencapai Rp<br />
120 miliar! Koresponden <span class="yshortcuts">BBC</span> di <span class="yshortcuts">Jakarta</span>, Jonathan  Head, menjelaskan<br />
kepada Prabandari dari TEMPO bahwa rumah itu memang luar biasa mewah.<br />
Dia membandingkannya dengan harga rata-rata rumah kelas menengah di<br />
Inggris, yang hanya £ 200 ribu atau cuma seperempat puluhnya! Rumah<br />
satu lagi, atas nama Sigit sendiri, juga telah ditawarkan seharga £<br />
1,95 juta. Bangunan berlantai tiga dengan lima kamar tidur tersebut<br />
biasanya digunakan oleh para pembantu keluarga itu.</p>
<p>Ada satu rumah lagi yang dibidik The Independent. . Di seberang Sungai<br />
Thames di 38-A Putney Hill, berdiri <span class="yshortcuts">Norfolk</span> House, kepunyaan saudara<br />
tiri Soeharto, Probosutedjo. Rumah itu berlantai tiga, plus sembilan<br />
kamar, garasi ganda, empat ruang resepsi, sebuah ruang biliar, dan<br />
pekarangan rumput yang luas. Menurut penelusuran George, bangunan itu<br />
semula dibeli Probo seharga £ 93 ribu. Tapi, sejak Januari lalu, lewat<br />
agen real estate Foxtons, Probo memasang tarif £ 1,4 juta untuk<br />
melegonya.</p>
<p>Ditemui TEMPO  di kantornya di kawasan Chanary Wharf, <span class="yshortcuts">London</span>, Andrew<br />
yang pernah meliput Tim-Tim ini menyatakan sudah cukup lama mendengar<br />
kabar soal istana Cendana di negaranya itu. Cuma, konfirmasi amat<br />
sulit diperoleh. Baru pada musim panas lalu, sepekan sebelum berita<br />
itu diturunkan, kepastian datang dari HM Land Registry, semacam badan<br />
pencatatan kepemilikan properti. Ia menunjukkan keterangan &#8220;<span class="yshortcuts">Swansea</span><br />
District Land Registry&#8221; bernomor NGL714482 tertanggal 26 Juli 1994,<br />
yang jelas-jelas menerakan nama Elsje Harjojudanto sebagai pemiliknya.</p>
<p>Temuan ini baru sebagian kecil. Menurut George, yang mengaku memasok<br />
informasi ke The Independent, ada beberapa properti Cendana lainnya di<br />
<span class="yshortcuts">London</span>. Cuma, karena properti itu belum dijual, ujung pangkalnya belum<br />
bisa dipastikan betul. Putri sulung Soeharto, Siti Hardiyanti Rukmana<br />
alias Tutut, kabarnya juga memiliki beberapa apartemen di 16 Hyde Park<br />
Square, Mayfair. Ia membelinya seharga £  350 ribu. Dan untuk<br />
merenovasinya? dilaksanakan setelah krisis moneter?ia merogoh kocek<br />
sebesar £ 110 ribu.</p>
<p>Di kawasan yang sama, tepatnya di 38 Upper Grosvenor Road, juga<br />
terdapat sejumlah apartemen luks milik Siti Hediyati &#8220;Titiek&#8221; Prabowo.<br />
Seorang sumber TEMPO di <span class="yshortcuts">London</span> mengungkapkan, apartemen itu pernah<br />
ditawarkan untuk disewa dengan tarif £ 8.000 atau sekitar Rp 120 juta<br />
per bulan. Sementara itu, adiknya, Hutomo Mandala Putra alias Tommy<br />
Soeharto, memiliki sebuah rumah besar lengkap dengan padang golf 18<br />
lubang di dekat Pacuan Kuda Ascot, <span class="yshortcuts">London</span> Utara, dan sebuah rumah<br />
peristirahatan di Brighton, kota pantai di selatan <span class="yshortcuts">London</span>.</p>
<p>Di luar <span class="yshortcuts">London</span>, dari hasil perburuan George, dinasti itu juga<br />
diketahui memiliki berbagai rumah supermewah dan kondominium, yang<br />
bertebaran dari Jenewa, <span class="yshortcuts">Hawaii</span>, Beverly Hills-Los Angeles, <span class="yshortcuts">Boston</span>,<br />
sampai ke <span class="yshortcuts">Cayman Islands</span> di kawasan Laut Karibia (lihat infografik).<br />
Tommy juga  disebut-sebut memiliki sebuah kawasan berburu seluas 2.500<br />
hektare di Selandia Baru. Area <span class="yshortcuts">itu</span> disebut-sebut teramat istimewa dan<br />
eksklusif. Satu-satunya cara untuk mencapai rumah peristirahatan di<br />
tengah hutan pinus yang mengelilinginya itu adalah dengan helikopter.</p>
<p>Itu baru soal properti. Keluarga terkaya ke-74 di seantero jagat<br />
menurut ranking majalah Forbes?dengan total kekayaan US$ 4 miliar?itu<br />
juga terkenal gila-gilaan dalam urusan menghamburkan duit.<br />
Sampai-sampai ada yang mengibaratkan segampang menggelontorkan air.<br />
Seorang calon pembeli yang pernah mengunjungi rumah keluarga Sigit di<br />
<span class="yshortcuts">London</span> itu sempat terbengong-bengong. Ia cuma mendapati dua kamar<br />
kosong. Sisanya? Ternyata dipenuhi tumpukan tas belanja dari<br />
Selfridges yang bahkan, katanya, belum sempat dibuka. Sumber TEMPO di<br />
<span class="yshortcuts">London</span> yang dekat dengan keluarga itu terbahak, &#8220;Jangankan di <span class="yshortcuts">London</span>,<br />
di <span class="yshortcuts">Jakarta</span> saja mereka sering tidak sempat membuka barang yang  telah<br />
dibeli.&#8221; Luar biasa. Padahal Selfridges dan Harrods adalah pusat<br />
belanja kalangan jet set di <span class="yshortcuts">London</span>, yang terletak di Oxford Street<br />
yang kesohor itu.</p>
<p>Keluarga ini juga gemar pamer mobil mentereng. Eno Sigit, salah<br />
seorang cucu Soeharto dari Sigit, semasa kuliah fashion di American<br />
College, <span class="yshortcuts">London</span>, selalu pulang pergi diantar Rolls Royce mengkilat.<br />
Tentu saja pengemudinya adalah seorang chauffeur?sopir pilihan dengan<br />
setelan jas dan topi hitam-hitam. The Independent juga melaporkan Eno<br />
pernah menggelar pesta di Hotel Hilton yang menghabiskan tak kurang<br />
dari £ 150 ribu atau sekitar Rp 2,25 miliar. Ia juga dikabarkan pernah<br />
mengganti telepon genggamnya dalam waktu sehari cuma karena ia tak<br />
suka dengan warnanya. Semasa itulah di kalangan mahasiswa <span class="yshortcuts">Indonesia</span> di<br />
sana sangat populer sebuah komentar nyinyir ke arah trah Cendana:<br />
&#8220;Ingin menikmati gaya hidup supermewah? Gampang. Jadilah anak dan cucu<br />
presiden.&#8221;</p>
<p>Dua orang sumber TEMPO yang pernah kuliah di <span class="yshortcuts">Boston, Amerika</span> Serikat,<br />
mengungkapkan lagak cucu Soeharto yang lain. Kali ini menyangkut<br />
putra-putri kesayangan Tutut, Dandy dan Danty Rukmana. Sewaktu mereka<br />
kuliah di sana, mulai tahun 1991, gaya hidup dua remaja baru gede ini<br />
luar biasa jumawa, bahkan untuk ukuran orang Amerika. Kedua sumber <span class="yshortcuts">itu</span><br />
sering melihat Dandy dan Danty berseliweran di jalan dengan mobil<br />
mewahnya.</p>
<p>Jenis kendaraan yang mereka koleksi pun bukan sembarang merek, tapi<br />
mobil dengan harga selangit, sebangsa Ferrari, Rolls Royce, dan<br />
Porsche. Menurut sumber itu, Dandy bahkan pernah membeli sebuah<br />
<span class="yshortcuts">Lamborghini- Diablo</span> seharga Rp 1 miliar. Buat warga kota kecil seperti<br />
<span class="yshortcuts">Boston</span>, gaya hidup mereka amat mencolok. Sampai-sampai, jika sebuah<br />
mobil Lamborghini melintas, orang langsung bisik-bisik, &#8220;Itu cucu<br />
salah seorang presiden di <span class="yshortcuts">Asia</span>.&#8221; Sumber itu juga pernah mendengar<br />
cerita dari  seorang agen mobil terkenal di kota itu tentang kebiasaan<br />
mereka yang kerap gonta-ganti mobil. &#8220;Paling lama, mereka ganti mobil<br />
sebulan sekali,&#8221; katanya. Edan.</p>
<p>Yang lebih dahsyat, menurut George, dua remaja ini juga memiliki tiga<br />
rumah mewah di kawasan itu, dengan nilai total US$ 2,5 juta atau, ya<br />
ampun, mencapai Rp 37,5 miliar. Sumber TEMPO mendengar penuturan salah<br />
seorang temannya yang pernah diundang menghadiri pesta di sana. Rumah<br />
itu dilengkapi dengan taman yang luas, kolam renang supermewah, dan<br />
lapangan tenis.</p>
<p>Balap dan judi adalah kisah berikutnya di seputar gelimang harta<br />
dinasti Soeharto. Seorang teman reli Tommy Soeharto menuturkan<br />
bagaimana habis-habisannya mantan bos mobil nasional Timor itu<br />
melakoni hobi mahalnya. Sewaktu survei reli dunia di <span class="yshortcuts">Medan</span> pada 1997<br />
lalu, kata temannya itu lagi, cuma dalam waktu sepekan, Tommy sampai<br />
&#8220;menghabiskan&#8221; tiga unit Mitsubishi Evolution IV.</p>
<p>Bukan  apa-apa, tiga mobil yang harga setiap unitnya Rp 250 juta itu<br />
ringsek mencium tebing. Dan dalam setahun setidaknya Tommy harus<br />
menghabiskan 10 unit mobil survei. Teman reli Tommy yang lain<br />
menuturkan keterbengongan seorang wartawan <span class="yshortcuts">Australia</span> yang<br />
mewawancarainya. Waktu itu, kepadanya ditanyakan pihak mana yang<br />
mensponsori tim relinya. Si wartawan melongo ketika diberi tahu bahwa<br />
seluruh dana?yang bisa mencapai ratusan juta sampai miliaran rupiah<br />
sekali reli?ditanggung pihaknya sendiri, alias tanpa sponsor. Padahal<br />
pereli kelas dunia tak mungkin berlaga tanpa ada yang mensponsori.</p>
<p>Berbagai kasino kondang di seantero jagat pun luber dengan uang klan<br />
Soeharto. Di Christmas Island, Burswood Casino, Australia, atau<br />
Genting Highland, Malaysia, misalnya, nama beken anggota Keluarga<br />
Cendana sudah menjadi buah bibir. Seorang sumber TEMPO yang berkawan<br />
dekat dengan Ari Sigit, kakak Eno, menuturkan ulah cucu Soeharto yang<br />
satu itu. Ceritanya begini. Ketika itu, Ari ikut reli di <span class="yshortcuts">Malaysia</span><br />
dengan bendera timnya, Sexy Motor Sport, yang mengandalkan kedigdayaan<br />
mobil Audi. Pamannya, Tommy, juga ikut balap dengan timnya, Goro<br />
Rally.</p>
<p>Di suatu sore, setelah kandas di arena balap, Ari mengajak semua<br />
anggota rombongannya ke Genting Highland, pusat perjudian terkenal di<br />
sana. Tak jelas seberapa tebal ringgit yang ia habiskan di meja judi.<br />
Yang jelas, silakan hitung sendiri, sampai ayam berkokok, putra sulung<br />
Sigit Harjojudanto itu masih asyik menjajal baccarat, black jack, dan<br />
rolet. Padahal semalaman itu tak sekali pun ia dikunjungi Dewi<br />
Keberuntungan, alias kalah melulu. Tapi ia rupanya tak begitu ambil<br />
pusing soal kalah menang. &#8220;Ia sekadar cari hiburan,&#8221; kata sumber itu<br />
menjelaskan kenapa Ari tidak juga balik kanan kendati koceknya sudah<br />
bolong besar.</p>
<p>The Independent juga menggambarkan bagaimana entengnya Tommy<br />
menghamburkan uang  di meja kasino. Salah seorang temannya yang pernah<br />
berjudi bareng di Ritz Casino, London, punya cerita menarik. Suatu<br />
malam, Tommy keok terus. Duitnya amblas sampai lebih dari £ 1 juta (Rp<br />
15 miliar). Tapi putra bungsu Soeharto ini kelihatan tak begitu ambil<br />
peduli. Dengan entengnya, seolah tak terjadi apa-apa, ia langsung<br />
mengajak teman-temannya makan malam di sebuah restoran mewah. Easy<br />
going.</p>
<p>Sang teman reli itu juga mengaku pernah diajak ikut berjudi ke <span class="yshortcuts">London</span>,<br />
dua tahun lalu. Mereka berangkat bersepuluh dengan jet pribadi &#8220;sang<br />
Pangeran&#8221;. Waktu itu, di luar kebiasaan, Tommy, yang lebih sering<br />
kalah ketimbang menang, bernasib terang. Duit hasil judi itu pun<br />
langsung amblas. Hari itu juga ia menghabiskannya dengan membeli sedan<br />
reli mutakhir, <span class="yshortcuts">Subaru Impreza</span>. Waktu itu saja harganya sudah mencapai<br />
setengah miliar rupiah (sekarang berkisar antara Rp 800 ribu dan Rp<br />
1,2 miliar). Dua kasino favorit Tommy adalah  di Christmas Island dan<br />
Genting Highland. Di lapangan golf, kegemarannya berjudi juga tak<br />
tertahankan. Berapa nilai taruhannya? &#8220;Enggak besar, paling-paling 50<br />
jutaan,&#8221; kata temannya itu, enteng.</p>
<p>Begitulah kisah bak raja diraja itu. Boleh saja kalau Anda lantas<br />
berdecak kagum, kaget bukan kepalang, bahkan kesal tak ketulungan.<br />
Silakan bergegas kalau Anda tertarik memburunya.?</p>
<p>Karaniya Dharmasaputra, Dewi R. Cahyani, Ma&#8217;ruf Samudra, Wens Wanggut<br />
(<span class="yshortcuts">Jakarta</span>), koresponden <span class="yshortcuts">London</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/phoenixblood.wordpress.com/40/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/phoenixblood.wordpress.com/40/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/phoenixblood.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/phoenixblood.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/phoenixblood.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/phoenixblood.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/phoenixblood.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/phoenixblood.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/phoenixblood.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/phoenixblood.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/phoenixblood.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/phoenixblood.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/phoenixblood.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/phoenixblood.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/phoenixblood.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/phoenixblood.wordpress.com/40/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=phoenixblood.wordpress.com&amp;blog=1278611&amp;post=40&amp;subd=phoenixblood&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://phoenixblood.wordpress.com/2008/03/06/laporan-khusus-buang-duit-gaya-dinasti-cendana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/878965251281873f8ebc705c5149bbd2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">phoenixblood</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.smh.com.au/ffximage/2005/05/09/soeharto_narrowweb__200x290.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>PKS memutarbalik-kan logika [Politisasi] agama?</title>
		<link>http://phoenixblood.wordpress.com/2008/02/08/pks-memutarbalik-kan-logika-politisasi-agama/</link>
		<comments>http://phoenixblood.wordpress.com/2008/02/08/pks-memutarbalik-kan-logika-politisasi-agama/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Feb 2008 06:39:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>phoenixblood</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik DARAH Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://phoenixblood.wordpress.com/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[Penjelasan PKS Tentang Wacana Partai Terbuka Penjelasan Seputar isu-isu yang berkembang sebelum, menjelang, dan sesudah Musyawarah Majelis Syuro IX dan Mukernas PKS di Bali Assalamu&#8217;alaikum wr wb, Bismillahirrahmanirrahim Setelah mendengar dan melihat berkembang dan banyaknya isu-isu di masyarakat, terutama melalui media massa, elektronik dan internet khususnya menjelang, ketika dan sesudah berlangsungnya Musyawarah Majelis Syuro IX [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=phoenixblood.wordpress.com&amp;blog=1278611&amp;post=39&amp;subd=phoenixblood&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://ekasep.files.wordpress.com/2007/10/pks2.JPG?w=512&#038;h=384" height="384" width="512" /></p>
<p>Penjelasan PKS Tentang Wacana Partai Terbuka<span id="more-39"></span></p>
<p><b>Penjelasan Seputar isu-isu yang berkembang sebelum, menjelang, dan sesudah Musyawarah Majelis Syuro IX dan Mukernas PKS di Bali</b></p>
<p>Assalamu&#8217;alaikum wr wb,<br />
Bismillahirrahmanirrahim</p>
<p>Setelah mendengar dan melihat berkembang dan banyaknya isu-isu di masyarakat, terutama melalui media massa, elektronik dan internet khususnya menjelang, ketika dan sesudah berlangsungnya Musyawarah Majelis Syuro IX dan Mukernas PKS di Bali, khususnya mengenai jati diri PKS dan prinsip-prinsip PKS yang pemaknaannya simpang siur. Untuk jelasnya maka DPP perlu memberikan BAYAN (Penjelasan) hasil-hasil MMS IX dan Mukernas di Bali, sebagai berikut:</p>
<p><b>1. Mengenai Slogan PKS.</b><br />
Slogan Resmi PKS sesuai keputusan Musyawarah Majelis Syuro PKS ke VII di Jakarta, yang dikuatkan kembali dalam Musyawarah Majelis Syuro PKS IX di Bali adalah: Bersih, Peduli, dan Profesional.<br />
Bersih menegaskan aspek moral/ keshalehan pribadi, maksudnya mewujudkan para pemegang amanah jabatan yang anti KKN.<br />
Peduli merupakan aspek sosial, kesalehan sosial, kepedulian kita kepada kaum dhu&#8217;afa dan terhadap para korban bencana.<br />
Profesional adalah kesalehan profesi, memiliki kompetensi, pemikiran keterbukaan sehingga berdaya manfaat bagi posisi jabatan yang diamanahkan.<br />
Penjelasan lebih rinci mengenai hal ini dijabarkan dalam Buku Platform Pembangunan PKS yang telah resmi disahkan.</p>
<p><b>2. Mengenai istilah &#8220;Terbuka&#8221;</b><br />
Istilah &#8220;Terbuka&#8221; TIDAK PERNAH menjadi keputusan sebagai slogan, baik oleh sidang-sidang Majelis Syuro, Dewan Pimpinan Tinggi Partai (DPTP) maupun dalam Khitob Qiyadi (arahan pimpinan).</p>
<p>PKS tetap sebagai partai dakwah yang berazaskan Islam, memiliki moral Islam, dan syariat Islam wajib dengan konsisten dijalankan oleh setiap pemeluk agama Islam, terutama kader-kader PKS. Sebagaimana kami juga menginginkan setiap pemeluk agama lain juga taat menjalankan agama masing-masing, sebagai kontrol moral yang kuat terhadap pribadi seseorang.<br />
PKS tetap konsisten menjadi Partai Dakwah yang merupakan rahmatan lil&#8217;alamien.</p>
<p>Adapun istilah terbuka sebagai usulan, wacana, dan beberapa wawasan yang disampaikan oleh para kader dari daerah minoritas, sedang kami kaji dan dalami, apakah hal ini layak untuk di ambil sebagai bahan pertimbangan, yang pada akhirnya nanti akan dibahas dalam sidang-sidang Majelis Syuro mendatang. Mengenai keterbukaan komunikasi adalah merupakan keniscayaan dan tuntutan profesionalitas.</p>
<p>3. Sehubungan dengan point (1) dan (2) tersebut, maka seluruh jajaran struktur, pengurus dan kader supaya tidak lagi mewacanakan isu &#8220;partai terbuka&#8221; untuk menghindari madharat yang lebih besar daripada kemaslahatan yang diharapkan.</p>
<p><b>4. Mengenai Caleg dan Pengurus Non Muslim</b><br />
Setiap warga negara dapat menjadi Caleg (calon legislatif) atau Pengurus PKS dengan memenuhi persyaratan dan prosedur yang telah ditetapkan oleh ketentuan dan aturan resmi PKS. Hal ini telah termuat dalam AD/ART PKS, standar mutu kader PKS sesuai peringkatnya serta Panduan Pencalonan anggota Legislatif yang telah disahkan oleh Dewan Pengurus Pusat (DPP) dan disetujui oleh Dewan Pimpinan Tingkat Pusat (DPTP).</p>
<p>Untuk daerah-daerah basis non muslim (kekhususan) seperti Papua, NTT atau Bali, <b>caleg non muslim dimungkinkan selama tidak melanggar syariat</b> dan dalam rangka mewakili komunitas non muslim dan hal ini dilakukan secara proporsional.</p>
<p>Mengupayakan dukungan dari kalangan non muslim kepada PKS adalah dimungkinkan, selama tidak melanggar ketentuan-ketentuan yang ada.<br />
PKS sebagai partai Dakwah, sangat menghormati keberagaman, berbagai macam ras, suku dan agama, mengajak seluruh pihak dan komponen bangsa-untuk bersama-sama bersinergi untuk pembangunan bangsa ini.</p>
<p>Demikianlah penjelasan ini kami sampaikan, semoga dapat memberi pencerahan kepada seluruh kader dan simpatisan PKS. Atas perhatiannya diucapkan terimakasih.</p>
<p>Billahittaufik wal hidayah.<br />
Wassalamu&#8217;alaikum wr wb</p>
<p>ttd</p>
<p>KH.DR. Surahman Hidayat<br />
Ketua DSP PKS</p>
<p>Ir.H. Tifatul Sembiring<br />
Presiden Partai</p>
<p>Drs. Suharna Surapranata, MSc<br />
Ketua MPP PKS</p>
<p><i>Pengirim:Nur Arif Hidayat, Staff Adm Presiden PKS, HP.0812 977 4621</i></p>
<p>=======================================================</p>
<p><font color="green">Untuk daerah-daerah basis non muslim (kekhususan) seperti Papua, NTT atau Bali, <b>caleg non muslim dimungkinkan selama tidak melanggar syariat</b> dan dalam rangka mewakili komunitas non muslim dan hal ini dilakukan secara proporsional. </font></p>
<p><i>Sekarang mari kita tanya ke ustadz dan kyai di pondok atau pengurus PKS: &#8220;Bagaimana anda bisa mengatakan bahwa kalau caleg PKS nanti yang non-muslim, yang jelas agamanya bukan Islam, semua tindakan dan cara berfikirnya bisa sejalan atau cocok dengan syariat (Islam)?&#8221;.<br />
Bukankah dengan  tak bersyahadat itu saja, artinya otomatis mereka tidak bersyariat ?</i></p>
<p>Ini ibaratnya tiket masuk sudah diberikan, namun ditarik kembali. Hanya untuk publikasi, tapi bukan untuk realisasi.</p>
<p>Dengan, adanya pernyataan seperti ini dengan logika terbalik maka dapat menjadi pernyataan bunuh diri dari PKS. Bahwa, PKS terlihat mempolitisasi (kampanye positif kepada pemilih non-muslim) demi kepentingan pemilu 2009 dan ada <font size="4">kecenderungannya akan ada diskriminasi dengan non muslim..</font></p>
<p>.</p>
<p>Semoga akan ada klarifikasi dari PKS.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/phoenixblood.wordpress.com/39/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/phoenixblood.wordpress.com/39/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/phoenixblood.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/phoenixblood.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/phoenixblood.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/phoenixblood.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/phoenixblood.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/phoenixblood.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/phoenixblood.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/phoenixblood.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/phoenixblood.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/phoenixblood.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/phoenixblood.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/phoenixblood.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/phoenixblood.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/phoenixblood.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=phoenixblood.wordpress.com&amp;blog=1278611&amp;post=39&amp;subd=phoenixblood&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://phoenixblood.wordpress.com/2008/02/08/pks-memutarbalik-kan-logika-politisasi-agama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/878965251281873f8ebc705c5149bbd2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">phoenixblood</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ekasep.files.wordpress.com/2007/10/pks2.JPG" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Moerdhani: Lahir, Karir dan Matinya.</title>
		<link>http://phoenixblood.wordpress.com/2008/01/26/moerdhani-lahir-karir-dan-matinya/</link>
		<comments>http://phoenixblood.wordpress.com/2008/01/26/moerdhani-lahir-karir-dan-matinya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Jan 2008 07:55:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>phoenixblood</dc:creator>
				<category><![CDATA[Darah Kotor: Militer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://phoenixblood.wordpress.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[SUARA PEMBARUAN DAILY TNI Kibarkan Bendera Setengah Tiang 7 Hari untuk LB Moerdani Pembaruan/Alex Suban PEMAKAMAN LB MOERDANI - Anggota Korps Pasukan Khusus TNI AD mengusung jenazah mantan Menhankam/Panglima ABRI, Jend (Purn) LB Moerdani saat pemakama di TMP Kalibata, Jakarta, Minggu (29/8). Moerdani wafat dalam usia 74 tahun setelah menderita sakit. (Inset) Jend (Purn) LB [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=phoenixblood.wordpress.com&amp;blog=1278611&amp;post=21&amp;subd=phoenixblood&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<pre>SUARA PEMBARUAN DAILY
TNI Kibarkan Bendera Setengah Tiang 7 Hari untuk LB Moerdani

Pembaruan/Alex Suban
PEMAKAMAN LB MOERDANI - Anggota Korps Pasukan Khusus TNI AD
mengusung jenazah mantan Menhankam/Panglima ABRI, Jend (Purn) LB Moerdani
saat pemakama di TMP Kalibata, Jakarta, Minggu (29/8).
Moerdani wafat dalam usia 74 tahun setelah menderita sakit. (Inset) Jend
(Purn) LB Moerdani.<span id="more-21"></span>

JAKARTA - Markas Besar (Mabes) TNI mengeluarkan perintah kepada seluruh
markas di jajaran TNI untuk mengibarkan bendera Merah Putih setengah tiang
selama tujuh hari, sebagai belasungkawa atas tutup usianya mantan
Menhankam/Pangab Jenderal (Purn) Leonardus Benyamin (LB) Moerdani.
Pengibaran bendera setengah tiang tujuh hari ini sekaligus menunjukkan duka
yang mendalam atas meninggalnya tokoh militer sekaligus tokoh intelijen
Indonesia itu akibat penyakit yang dideritanya selama ini.
LB Moerdani dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan,
Minggu (29/8) pukul 13.50 WIB dalam upacara militer yang dipimpin langsung
oleh Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto. Mantan Pangkopkamtib itu
meninggal pada Minggu dini hari pukul 01.30 WIB di RSPAD Gatot Subroto,
Jakarta.<!--more-->
Sebelumnya, Moerdani yang dirawat sejak 7 Juli 2004 karena stroke dan
infeksi paru-paru sempat dibesuk sejumlah tokoh penting, antara lain mantan
pejabat tinggi negara dan militer termasuk mantan Presiden Soeharto, Jumat
(27/8). Ketika itu Benny Moerdani masih dalam kondisi sadar.
Hal menarik, menurut beberapa sumber, saat mantan orang nomor satu di
republik ini bertemu di sisi ranjang, Benny sempat memegangi tangan
Soeharto.
Keduanya sempat hanyut dalam keharuan bersama, dan saling menitikkan air
mata.
Penghormatan tembakan salvo oleh 10 personel TNI menandai diturunkannya peti
jenazah LB Moerdani ke makamnya di Blok W bagian selatan Kompleks TMP
Kalibata.
Sebelumnya, Panglima TNI membacakan riwayat hidup LB Moerdani yang pernah
memimpin Operasi Naga pasukan elite RPKAD pada 4 Juni 1962 untuk merebut
Irian Barat dari Belanda. (Ant/Y-3)

-------------------------------------

<a href="http://www.suarapembaruan.com/News/2004/08/30/index.html">http://www.suarapembaruan.com/News/2004/08/30/index.html</a>

SUARA PEMBARUAN DAILY
Last modified: 30/8/04

In Memoriam:
Leornadus Benyamin Moerdani (1932-2004)

Atmadji Sumarkidjo

ENDERAL TNI Purnawirawan Leonardus Benyamin ("Benny") Moerdani (LBM)
hari Minggu (29/8) dini hari meninggal dunia setelah menderita sakit selama
beberapa minggu. Perwira yang berasal dari Korps Baret Merah itu wafat dalam
usia 72 tahun.

Dalam sejarah politik-militer TNI, perannya cukup penting setelah tahun
1970-an, yaitu setelah ia dipanggil mendadak dari Korea Selatan untuk
membenahi organisasi intelijen Indonesia oleh Presiden Soeharto. Puncak
kariernya dan juga puncak perannya terjadi tahun 1983 setelah LBM diangkat
menjadi Panglima ABRI menggantikan Jenderal TNI M Jusuf yang waktu itu
sangat popular.

Berbeda dengan riwayat hidup sejumlah jenderal lain yang pernah punya saham
penting dan kehidupan politik-militer di Indonesia, sejarah agaknya telah
menentukan kapan Benny Moerdani bisa dicatat perannya dalam sejarah
Republik. Dan kalau ukuran-ukuran umum dipakai, LBM bisa dikategorikan
"terlambat" berperan.

Seandainya saja ia tidak berbeda pendapat dengan Komandan RPKAD Kolonel
Sarwo Edhie Wibowo dan tidak berdebat sehingga dipindahkan oleh Men/Pangad
Letjen Achmad Yani dari Korps Baret Merah ke Kostrad; mungkin ia akan menata
karier yang wajar di Cijantung. Dan mungkin juga ia akan pensiun secara
normal di RPKAD.

Tetapi ia dipindahkan dari pasukan yang ia cintai lebih dari segala-galanya
dengan rasa getir. Sebagai ungkapan khas Jawa, rasa tidak senangnya atas
mutasi itu, Benny menyimpan semua tanda-tanda khas RPKAD dari baret, tanda
komando, wing terjun hingga pisau komandonya.

Mayor Inf Benny Moerdani yang mendapat Bintang Sakti langsung oleh Presiden
Soekarno karena peran pentingnya dalam Operasi Naga di Irian Barat melapor
ke Kostrad yang dipimpin oleh Mayjen TNI Soeharto. Inilah perkenalan
langsung antara LBM dengan Soeharto yang akan berlanjut secara dinamis
sampai 30 tahun sesudahnya.

Sebagai perwira yang relatif junior tentu di Kostrad ia tidak mempunyai
banyak peran penting, lebih-lebih antara tahun 1963-1965 Kostrad, termasuk
Panglimanya tidak banyak dikenal di masyarakat. Tetapi bagi Benny itu adalah
waktu pembelajaran yang berharga, karena selain ia belajar banyak hal selain
operasi komando, ia juga mengenal orang-orang seperti Letkol Yoga Soegama
dan terutama Letkol Ali Moertopo yang adalah orang-orang penting di Kostrad.

Intelijen

Perkenalannya dengan dua perwira menengah Kostrad di atas membawa Benny ke
bidang penugasan baru: intelijen. Peran agak besar diberikan ketika ia
ditugasi untuk membuka hubungan dengan para tokoh Malaysia dengan menyamar
sebagai anggota Perwakilan Garuda Indonesia di Bangkok, Thailand. Secara
perlahan ia mulai dipercaya oleh Soeharto "bosnya" yang karirnya menaik
setelah peristuwa G-30-S, yaitu mula-mula menjadi Men/Pangad menggantikan
Yani yang tewas, dan tahun 1968 menjadi Pejabat Presiden RI.

Keterlibatan LBM dalam tataran nasional bisa dibagi atas tiga tahapan
penting. Pertama, antara 1965 - 1974 yaitu sampai ia dipanggil oleh
Soeharto. Kedua, antara 1974-1988 yaitu sampai ia diberhentikan secara
mendadak sebagai Panglima ABRI hanya satu bulan sebelum Sidang Umum MPR.
Ketiga, tahun 1988 -1993, yaitu sampai berakhirnya jabatannya sebagai
Menteri Hankam.

Seperti diketahui, Presiden RI sangat tidak puas dengan kinerja aparat
intelijen dalam menangani peristiwa keresahan para mahasiswa yang berpuncak
dengan huru-hara 15 Januari 1974 yang populer dengan istilah ''Malari''.
Badan dan organisasi intel itu terbawa oleh persaingan antara Kepala Operasi
Khusus (Opsus) yang adalah sebuah badan intel tidak resmi di bawah Mayjen
Ali Murtopo versus Panglima Kopkamtib Jenderal TNI Soemitro sehingga tidak
bisa berfungsi efektif.

Soeharto menugaskan langsung Benny Moerdani untuk mengendalikan tiga aparat
intelijen sekaligus, yaitu menjadi Asisten Intelijen Hankam merangkap
Asisten Intelijen Kopkamtib. Dan juga mereorganisasi sebuah badan intel baru
yaitu Pusat Intelijen Strategis (Pusintelstrat) sebagai pengembangan Satuan
Tugas Intelijen Hankam.

Sementara badan intel non-militer, yaitu Bakin (Badan Koordinasi Intelijen
Negara) juga diberikan kepada pejabat baru, yaitu Mayjen Yoga Soegama yang
juga dipanggil mendadak dari penugasannya di Perwakilan RI di PBB, New York.
Kabakin yang lama "di-Dubes-kan" ke Belanda dan Soemitro mengundurkan diri
sementara Ali Moertopo mulai dikendalikan geraknya.

Tidak banyak yang tahu betapa pentingnya jabatan tersebut Seperti diketahui
di Indonesia pada waktu itu, Soeharto mengandalkan keamanan dan stabilitas
negara hanya pada dua badan penting: ABRI dan Komando Pemulihan Keamanan
dan Ketertiban (Kopkamtib). ABRI mempunyai tentara dan senjata dalam
organisasinya juga mempunyai satuan intelijen di bawah kendali Asintel.
Sementara itu, Kopkamtib juga punya organisasi terpisah (meskipun pejabatnya
juga tentara) yang intelnya terpisah pula.

Dengan kedua badan itu ada di satu tangan, tidak mungkin terjadi persaingan
antar-lembaga. Benny dikenal baik oleh Yoga dan juga Ali sehingga tidak
mungkin lagi terjadi saling curiga antarpejabat tertinggi intelijen.

Organisasi Intelstrat dikembangkan untuk menghadapi berbagai ancaman yang
bersifat strategis dan terutama mempunyai komunikasi langsung dengan para
Atase Pertahanan RI di seluruh dunia. Dalam situasi yang mengharuskannya, ia
juga bisa mempergunakan satuan Kopasandha untuk operasi khusus. Padahal
pergerakan pasukan untuk operasi militer menurut ketentuan hanya boleh
dilakukan oleh Panglima ABRI.

Jabatan yang dipegang oleh LBM tidak boleh diotak-atik oleh siapa pun. Ia
diangkat di era kepemimpinan Menhankam Jenderal TNI Maraden Panggabean,
dan ketika pada tahun 1978 ada Kabinet baru dengan Menhankam/Pangab nya
M. Jusuf dan Panglima Kopkamtib Laksamana TNI Soedomo, Benny tetap
aman dengan tiga jabatan tersebut.

Sementara itu, Yoga tetap kukuh dengan jabatan Kabakin, tetapi Ali Murtopo
dipereteliti secara lihai dari organisasi Opsusnya oleh Soeharto dengan
mengangkatnya menjadi Menteri Penerangan RI.

LB Moerdani dengan pangkat Letnan Jenderal TNI juga bertanggung jawab atas
keamanan Presiden, dan organisasi Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres)
ada di bawah kendalinya. Dalam daftar rombongan Presiden Soeharto yang pergi
ke daerah-dan lebih-lebh ke luar negeri, nama Asintel Hankam selalu ada.
Benny yang selalu ikut mengawasi perjalanan Presiden secara langsung,
meskipun berusaha bersikap low profile sehingga sering pejabat di daerah
tidak mengenali wajahnya.

Ketika Jenderal Jusuf yang sangat populer di mata rakyat, makin dekat dengan
akhir jabatannya sebagai Menhankam/Pangab, sudah jelas bahwa jabatan
Panglima ABRI berikutnya harus diberikan kepada orang yang bisa dipercaya
penuh oleh Soeharto. Presiden kedua RI yang tidak pernah ingin ada tokoh
yang sekiranya bisa menyaingi popularitasnya, kemudian menunjuk Benny
Moerdani untuk memimpin ABRI pada tahun 1983.

Memang ia tidak merangkap jabatan sebagai Menteri Hankam seperti Jusuf
(posisi ini diberikan kepada Jenderal Poniman), tetapi Soeharto untuk
pertama kalinya mempercayai dua institusi sngat vital yang secara
tradisional selalu dipisahkannya, yaitu Panglima ABRI dan Panglima Kopkamtib
kepada satu orang

Tahun 1973, jabatan Menhankam/Pangab diberikan kepada Panggabean tetapi
Kopkamtibnya dipercayakan kepada Soemitro. Tahun 1978, Jusuf dipercaya
memimpin ABRI tetapi Kopkamatib dipegang oleh Soedomo.
Kepercayaan Soeharto dengan menyandingkan jabatan Panglima
ABRI/Pangkopkamtib kepada Benny menunjukkan betapa besar kepercayaan
Presiden kepada LBM.

Kesetiaan

Para pengamat asing melihat bahwa kesetiaan LB Moerdani kepada Presiden
Soeharto adalah segala-galanya dan cenderung membabi-buta dan ini membuat
ia mampu bertindak keras dan tegas kepada siapa pun yang bisa mengancam
kedudukan Soeharto.

Operasi penangkapan para mahasiswa tahun 1978, dikendalikan oleh Benny
Moerdani sebagai Kepala Pusintelstrat dan demikian pula penangkapan berbagai
tokoh garis keras setelah itu. Sejumlah perwira tinggi yang bergabung dalam
''Petisi 50'' pun ia cekal dengan keras, tidak peduli jabatan atau jasa yang
dipunyai orang itu sebelumnya.

Namun, para pengamat sering salah taksir mengenai hubungan pribadinya dengan
sejumlah tokoh tentara yang lain. Ia bisa bertindak keras terhadap perwira
tinggi senior semacam Letjen HR Dharsono dengan menangkapnya dan
menjebloskannya ke penjara. Secara mendasar ia juga tidak senang dengan
tokoh yang dekat dengan Soeharto, seperti Soedharmono atau kepada sejumlah
perwira yang mencoba berpikir sebagai demokrat.

Tapi secara intuitif LB Moerdani bisa hormat kepada sejumlah jenderal lain
yang juga tidak senang dengan Soeharto secara pribadi seperti Jenderal
Soemitro. Pernah Benny secara khusus mengirimkan perwira kepercayaannya
untuk memberi penjelasan kepada Soemitro setelah ia mendengar bahwa ia
mengkritik salah satu kebijakannya.

Contoh lain adalah hubungannya dengan Jenderal M. Jusuf. Kivlan Zen dalam
bukunya Konflik dan Integrasi TNI-AD (2004) menulis sebuah bab tentang
adanya konflik antara LBM dan Jusuf yang memuncak dengan ketidakhadiran
Benny dalam Rapim ABRI di Ambon. Padahal faktanya adalah Benny baru saja
memberikan briefing kepada peserta Rapim ketika terjadi peristiwa pembajakan
pesawat DC-9 Woyla milik Garuda Indonesia tahun 1981. Jusuf memerintahkan
Benny untuk memimpin operasi penumpasan, dan malah Benny disuruh untuk
mempergunakan pesawat Hercules Komandonya supaya bisa kembali pulang ke
Jakarta secepatnya.

Ketika keduanya sudah pensiun, mereka masih saling berhubungan. Benny pernah
terbang secara khusus ke Australia sewaktu mantan Menhankam itu harus
mengalami operasi jantung. Dan ketika LBM diserang sakit, Jusuf yang
menanyakan keadaan kesehatannya secara terus-menerus.

Yang unik dan menarik dikaji adalah hubungan LBM dengan Letjen (Purn)
Prabowo Soebianto ketika yang belakangan masih berpangkat Mayor.
Keduanya berasal dari generasi yang berbeda jauh, dan normalnya tidak
mungkin seorang perwira menengah mampu melakukan gerakan atau menyatakan
ketidaksukaan terhadap seorang yang begitu powerful seperti Benny.

Buku Kivlan Zen menyatakan, hubungan keduanya memburuk sejak tahun 1985,
Tetapi faktanya, Prabowo sudah menunjukkan sikap curiga terhadap Benny
Moerdani sejak sebelumnya, yaitu tahun 1983. Pernah sewaktu Prabowo meminta
bertemu ke kediaman M. Jusuf di Jl Teuku Umar, tetapi sebelum berbcara, ia
memeriksa beberapa tempat di rumah Jusuf takut kalau Asintel Hankam itu
memasang peralatan penyadap atau kamera mata-mata di rumah sang bos.

Prabowo jugalah yang mengundang Jusuf untuk bertemu dengan sejumlah perwira
menengah Korps Baret Merah di Cijantung setelah mendengar informasi bahwa
Jusuf akan diganti oleh Moerdani. Jusuf yang masih Menhankam menyetir
sendiri mobilnya diikuti Prabowo dari belakang untuk menenangkan mereka.

Hubungan antara LBM dan Soeharto yang oleh seorang pengamat disebut mirip
"hubungan anak dengan bapak" memang mulai menyurut sejak tahun 1985. Ada
tiga faktor yang menyebabkan itu. Pertama, kegelisahan LBM bahwa Soeharto
mulai kehilangan pengendalian diri dan akan lebih memprcayai keluarganya
daripada orang lain. Perubahan "kesetiaan" LBM itu mulai dirasakan oleh
Soeharto. Presiden yang ahli strategi itu mengambil langkah cepat dan secara
mendadak mengganti kedudukan LBM sebagai Panglima ABRI sebelum Sidang
Umum MPR tahun 1988. Padahal biasanya jabatan itu diganti berbareng dengan
pembentukan Kabinet baru yang dilakukan sesudah MPR mengangkat Presiden.

Kedua, suksesi yang direncanakan oleh Soeharto dianggap tidak cocok olehnya,
lebih-lebih dengan akan diajukannya Soedharmono sebagai Wapres periode
1988-1993. Peristiwa interupsi Brigjen Ibrahim Saleh dalam Sidang Umum MPR
sering dianggap sebagai bagian dari ketidaksenangan LBM.

Ketiga, dan yang ini barangkali yang mampu menjelaskan mengapa perubahan
sikap LBM "mudah" dibaca oleh Soeharto, adalah munculnya faktor Prabowo
Soebianto. Ia adalah "anggota baru" keluarga Soeharto yang sejak awal tidak
cocok dengan LBM dan karenanya mampu menyampaikan informasi jenis lain
langsung kepada Presiden Soeharto. Paling tidak ini dikemukakan oleh dua
orang dekat dengan Prabowo, yaitu Kivlan Zen dan Fadli Zon yang
masing-maisng menulis buku mengenai itu.

Soeharto memang sebelumnya mempunyai keluarga yang jadi anggota tentara,
bahkan juga Baret Merah, yaitu Wismoyo Arismunandar; tetapi ia sejak lama
mencoba menjaga jarak dengan Soeharto sehingga tidak pernah masuk ke
lingkaran paling dalam.

Ketiga alasan itu agaknya akan tetap menjadi bagian dari misteri sejarah
yang dibawa oleh almarhum LB Moerdani. Suatu misteri dari banyak misteri
lain yang mungkin tidak akan pernah terungkap.

Penulis adalah pengamat militer pada RIDEP Institute, kini bekerja di
''RCTI''

----------------------------------------------------------------------

<a href="http://www.mediaindo.co.id/">http://www.mediaindo.co.id/</a>

Senin, 30 Agustus 2004
BERITA UTAMA
Bendera Setengah Tiang Tandai Kepergian Moerdani

JAKARTA (Media): Jenazah Jenderal Leonardus Benjamin Moerdani dimakamkan di
Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Timur, kemarin. Sebagai wujud
dukacita dan penghormatan atas jasa-jasa almarhum,

Media/M Irfan
PEMAKAMAN MOERDANI: Sejumlah anggota Kopassus mengusung jenazah
mantan Menhankam-Pangab Jenderal (Purn) LB Moerdani, untuk dimakamkan di
Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, kemarin. Pendiri Badan Intelijen
Strategis (Bais) ABRI ini meninggal dalam usia 72 tahun karena telah lama
menderita
stroke.

Markas Besar TNI menginstruksikan seluruh markas di lingkungan TNI
mengibarkan bendera setengah tiang selama tujuh hari berturut-turut.

Moerdani menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat
(RSPAD) Gatot Soebroto sekitar pukul 02.00 WIB, dini hari kemarin. Beliau
dirawat di rumah sakit itu sejak 7 Juli 2004 karena menderita stroke dan
infeksi paru-paru.

Upacara pemakaman secara militer berlangsung sekitar pukul 13.50 WIB
dipimpin Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto. Saat upacara
berlangsung, tiga kepala staf TNI tampak mendampingi keluarga dan sanak
saudara, yaitu KSAD Jenderal Ryamizard Ryacudu, KSAL Laksamana Bernard
Kent Sondakh, dan KSAU Marsekal Chappy Hakim.

Tembakan salvo terdengar saat peti jenazah diturunkan ke liang lahat yang
berada di Blok W, di bagian selatan kompleks pemakaman tersebut. Disusul
dengan doa dan upacara kerohanian secara Katolik yang dipimpin oleh Romo
Soewito Pandito.

Dalam amanatnya, Panglima TNI menegaskan, upacara itu dilakukan untuk
menghormati dan menghargai jasa-jasa almarhum. ''Indonesia kembali
kehilangan salah satu putra bangsa terbaik karena dia telah menjadi suri
teladan bagi semua, meski selama hidupnya sebagai manusia almarhum tidak
luput dari kesalahan,'' ujar Endriartono.

Almarhum juga mendapat penghormatan terakhir di Mabes TNI-AD Jl Veteran,
Jakarta Pusat, dalam sebuah upacara yang dipimpin KSAD Jenderal Ryamizard
Ryacudu. Sebelumnya, jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka Jl Terusan
Hang Lekir IV No 4/43, Jaksel.

Hadir melayat di Mabes TNI-AD, Presiden Megawati Soekarnoputri bersama
suami, Taufiq Kiemas. Terlihat pula Abdurrahman Wahid (Gus Dur) beserta
istrinya, Sinta Nuriyah, dan mantan capres dari Partai Golkar Jenderal
(Purn) Wiranto yang juga mantan Menhamkam/Pangab.

Sedangkan di rumah duka, tampak melayat mantan Presiden Soeharto yang
didampingi putrinya, Siti Hardijanti Rukmana, dan capres Susilo Bambang
Yudhoyono.

Moerdani termasuk tokoh yang paling berpengaruh dalam perjalanan bangsa ini.
Selain karena jasanya terhadap kemajuan TNI, beliau juga dikenal sebagai
salah satu tokoh yang kontroversial karena disebut-sebut berada di balik
rangkaian kerusuhan di beberapa daerah. Bahkan, dianggap berada di balik
peristiwa Tanjung Priok.

Moerdani juga sering disebut-sebut berada di belakang mutasi besar-besaran
di tubuh TNI (ketika itu sebutannya ABRI). Istilah perwira "hijau" atau
perwira Islam juga berdengung di era kepemimpinannya. Semasa beliau memegang
tongkat komando, para perwira hijau disebut-sebut sering digeser olehnya.

Namun, jasanya yang besar terhadap bangsa ini menenggelamkan begitu
gunjingan-gunjingan seperti itu. Ketokohannya juga membuat orang sulit
melupakan figur ini begitu saja. Bahkan Gus Dur yang menulis pengantar pada
biografi "Benny Moerdani: Profil Prajurit Negarawan, 1993", menyebut
jenderal ini sebagai guru politiknya.

Dia juga dikenal sebagai negarawan yang besar hingga dijuluki kalangan
diplomat asing sebagai the only statesman in Indonesia. (Nur/Tia/X-8)</pre>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/phoenixblood.wordpress.com/21/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/phoenixblood.wordpress.com/21/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/phoenixblood.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/phoenixblood.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/phoenixblood.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/phoenixblood.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/phoenixblood.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/phoenixblood.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/phoenixblood.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/phoenixblood.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/phoenixblood.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/phoenixblood.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/phoenixblood.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/phoenixblood.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/phoenixblood.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/phoenixblood.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=phoenixblood.wordpress.com&amp;blog=1278611&amp;post=21&amp;subd=phoenixblood&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://phoenixblood.wordpress.com/2008/01/26/moerdhani-lahir-karir-dan-matinya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/878965251281873f8ebc705c5149bbd2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">phoenixblood</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mafia Bisnis: Pengusaha Militer Indonesia</title>
		<link>http://phoenixblood.wordpress.com/2008/01/26/mafia-bisnis-pengusaha-militer-indonesia/</link>
		<comments>http://phoenixblood.wordpress.com/2008/01/26/mafia-bisnis-pengusaha-militer-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Jan 2008 07:41:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>phoenixblood</dc:creator>
				<category><![CDATA[Darah Kotor: Militer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://phoenixblood.wordpress.com/?p=36</guid>
		<description><![CDATA[Mafia Bisnis: Militer Indonesia Keterlibatan perwira angkatan darat dalam [bisnis] pada dasarnya akan memicu perselisihan, penyalahgunaan kekuasaan, kriminalitas, dan pelanggaran hak asasi manusia. —Seorang aktivis hak asasi manusia Indonesia, lewat surat elektronik kepada Human Rights Watch, 26 September 2005 Sampai saat ini, keuntungan dari bisnis militer hanya dinikmati oleh perwira-perwira tinggi militer. —Menteri Pertahanan Juwono [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=phoenixblood.wordpress.com&amp;blog=1278611&amp;post=36&amp;subd=phoenixblood&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> Mafia Bisnis: Militer Indonesia</p>
<blockquote><p><font face="geneva,arial" size="-1"><i>Keterlibatan perwira angkatan darat  dalam [bisnis] pada dasarnya akan memicu perselisihan, penyalahgunaan  kekuasaan, kriminalitas, dan pelanggaran hak asasi manusia.</i><br />
—Seorang aktivis hak asasi manusia  Indonesia, lewat surat elektronik kepada Human Rights Watch, 26 September 2005</font></p>
<p><font face="geneva,arial" size="-1"><i>Sampai saat ini, keuntungan dari bisnis  militer hanya dinikmati oleh perwira-perwira tinggi militer.<br />
</i>—Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono,  dikutip di Tempo Interaktif, 23 Februari 2005</font></p>
<p><font face="geneva,arial" size="-1"><i>Bisnis adalah suatu otonomi … Itu tidak  baik untuk hierarki tugas [militer].</i><br />
—Letjen. Sjafrie Sjamsoeddin, Sekretaris  Jendral Departemen Pertahanan dan mantan juru bicara militer Indonesia, dalam  sebuah wawancara dengan Human Rights Watch, 12 April 2006.</font></p>
<p><font face="geneva,arial" size="-1"><i>Pemerintah sipil tidak akan dapat  mengatur pihak militer jika mereka tidak dapat mengatur keuangan pihak  militer.  Inilah inti masalahnya.</i><br />
—Seorang ahli reformasi militer dari negara  asing, berbicara kepada Human Rights Watch, 7 September 2004</font><span id="more-36"></span></p></blockquote>
<p><font face="geneva,arial" size="-1">Cara pihak militer mendapatkan uang perlu  diperhatikan. Kontrol sipil terhadap angkatan bersenjata merupakan dasar untuk  mendirikan angkatan militer yang profesional dan berasa hormat terhadap hak asasi  manusia. Semakin banyak penghasilan dan pengeluaran pihak militer yang terlepas  dari kontrol pemerintah sipil, dan semakin banyak dana yang dihasilkan sendiri,  semakin sulit bagi wewenang sipil untuk melakukan pengawasan yang berarti. Hal  ini akan menciptakan sebuah pemerintah yang tidak mempunyai kekuatan untuk  meminta pertanggungjawaban angkatan bersenjatanya dan untuk melaksanakan  reformasi yang dibutuhkan. Apalagi jika pihak militer tersebut telah terbiasa  menggunakan kekuatan politik dan melanggar hak asasi manusia di luar jangkauan  hukum, maka otonomi keuanganpun akan disalahgunakan.</font></p>
<p><font face="geneva,arial" size="-1">Usaha swadana aparat militer merupakan suatu  kebiasaan yang membudaya di Indonesia. Sejak hari-hari pertama kemerdekaan,  angkatan bersenjata Indonesia telah berhasil menghidupi diri sendiri. Satu demi  satu pemerintah telah menyetujui atau tidak mau tahu tentang kegiatan-kegiatan  ekonomi pihak militer. Beberapa tahun belakangan ini, pejabat-pejabat Indonesia  telah menyatakan bahwa anggaran belanja militer hanya cukup untuk memenuhi  separuh dari biaya minimum yang dibutuhkan oleh pihak militer. Akan diperlukan  sebuah kajian yang menyeluruh untuk menentukan jumlah dana pemerintah yang  sesuai, walaupun memang benar bahwa anggaran militer resmi Indonesia hanya  sedikit jika dibandingkan dengan negara-negara tetangganya di Asia Tenggara. </font></p>
<p><font face="geneva,arial" size="-1">Aparat militer Indonesia mengatasi masalah  keterbatasan anggarannya melalui berbagai cara. Salah satu diantaranya adalah  dengan cara menunda atau mengurangi pengeluarannya di beberapa bidang, seperti  di bidang pembelian-pembelian peralatan. Bersamaan dengan itu, aparat militer  Indonesia juga mencari dana untuk keperluan tersebut dari anggaran-anggaran  pemerintah lainnya, seringkali dengan melalui jalur diluar proses anggaran yang  sah dan dengan cara yang kurang terbuka.  Selain memutar dana-dana pemerintah  dengan cara ini, aparat militer Indonesia juga secara independen mencari uang  melalui jaringan bisnis-bisnis komersial yang rumit; keuntungan dari jaringan  bisnis inipun tidak pernah diketahui oleh departemen keuangan. Sumber-sumber  pendapatan mandiri inilah yang menjadi fokus laporan ini. </font></p>
<p><font face="geneva,arial" size="-1">Dana-dana di luar anggaran (dana tambahan dan  dana yang tidak dapat dipertanggungjawabkan) yang digunakan oleh aparat militer  Indonesia ini berasal dari perusahaan-perusahaan yang dimiliki pihak militer,  dari hubungan kerja tidak resmi dengan pengusaha-pengusaha swasta yang menyewa  jasa pihak militer, dari kegiatan kriminal yang menyerupai mafia, dan dari  korupsi.</font></p>
<p><font face="geneva,arial" size="-1">Sebagian besar penghasilan dari bisnis-bisnis  semacam ini langsung masuk ke kantong para komandan, unit-unit tertentu, atau  para prajurit. Dana-dana yang dikatakan akan digunakan untuk mendukung  kesejahteraan prajurit itu seringkali hanya digunakan untuk memperkaya diri  pribadi. Sebagian dari dana ini juga digunakan untuk biaya operasi harian  angkatan bersenjata. Untuk apapun dana tersebut digunakan, dana-dana di luar  anggaran ini tidak pernah diawasi dan selalu terlepas dari kontrol-kontrol  keuangan. Beginilah situasi keterbatasan dan lemahnya pengawasan anggaran  belanja di Indonesia yang menyebabkan instansi-instansi pemerintah menjadi  terbiasa mencari dana sendiri untuk memenuhi kebutuhan diri, yang akhirnya  memacu timbulnya korupsi di mana-mana. Usaha swadana yang terparah, dan  akibat-akibat usaha tersebut, terjadi di dalam aparat keamanan, khususnya dalam  aparat militer. (Masalah swadana aparat kepolisian juga patut diteliti, tetapi  hal tersebut berada di luar jangkauan laporan ini.)</font></p>
<p><font face="geneva,arial" size="-1">Laporan ini menyoroti usaha swadana aparat  militer di Indonesia dari segi hak asasi manusia. Bagian pertama dari laporan  ini mengulas asal-usul keterlibatan pihak militer Indonesia dalam kegiatan  bisnis, dan menggambarkan bagaimana kegiatan tersebut telah menyebar luas  sejalan dengan waktu. Bagian ini juga meneliti kegagalan pejabat-pejabat  pemerintah dalam menegakkan hukum untuk melarang komersialisme pihak militer. </font></p>
<p><font face="geneva,arial" size="-1">Bagian kedua dari laporan memberikan gambaran  terperinci mengenai cara pihak militer Indonesia berswadana; sejauh ini,  gambaran ini adalah gambaran paling lengkap dan menyeluruh mengenai sifat dan  ruang lingkup masalah swadana pihak militer jika dilihat melalui lensa hak  asasi manusia. Bagian ini juga menggambarkan empat kategori luas kegiatan  swadana aparat militer dan seluk-beluk tiap-tiap kategori tersebut. </font></p>
<p><font face="geneva,arial" size="-1">Kami menemukan bahwa pihak militer memperbesar  dana-dana resmi yang diterimanya dengan menggunakan keuntungan-keuntungan dari  bisnis-bisnisnya sendiri, pembayaran-pembayaran dari rekan kerjanya di sektor  swasta (seringkali untuk penyediaan jasa-jasa keamanan), pendapatan dari  kegiatan-kegiatan gelap, dan uang dari hasil korupsi. Belakangan ini,  usaha-usaha bisnis formal tidak mampu berprestasi tinggi; hal ini menyebabkan  pihak militer semakin tergantung pada usaha pencarian dana di luar aturan hukum  dan ilegal. Kami memberikan contoh-contoh untuk memperlihatkan berbagai  keterlibatan ekonomi pihak militer dan sebagian dari pelanggaran hak asasi  manusia yang berkaitan dengan hal tersebut. </font></p>
<p><font face="geneva,arial" size="-1">Bagian ketiga dari laporan ini meneliti  hambatan-hambatan yang ada hingga saat ini dalam melaksanakan upaya perubahan  dan reformasi. Bagian ini menunjukkan bahwa tidak adanya keterbukaan dan  pertanggungjawaban atas hal-hal yang menyangkut masalah keuangan pihak militer  adalah sebuah hambatan serius bagi berhasilnya reformasi. Data resmi mengenai  anggaran belanja militer selain tidak dapat diandalkan juga tidak lengkap.  Mengenai masalah di luar anggaran, termasuk pendapatan dari bisnis-bisnis  militer, tidak ada angka-angka yang dapat dipercaya dan angka-angka tafsiranpun  juga sangat beragam. Kesulitan dalam menemukan ukuran statistika yang dapat  dipercaya hanya merupakan salah satu bukti bahwa manajemen keuangan pihak  militer perlu diperbaiki. Beberapa perubahan memang sedang dilaksanakan,  sebagai bagian dari upaya-upaya luas untuk memperbaiki manajemen keuangan  negara, tetapi usaha-usaha lain yang terarah juga dibutuhkan untuk menjamin  adanya pengawasan dan laporan yang memadai mengenai situasi keuangan pihak  militer. Sampai saat ini, pendapatan dan pengeluaran pihak militer masih  merupakan satu bagian dari anggaran pemerintah yang paling kurang terbuka dan  kurang dapat dipertanggungjawabkan. </font></p>
<p><font face="geneva,arial" size="-1">Bagian ini juga membicarakan tiga alasan palsu  yang sering digunakan untuk menjelaskan lambatnya jalan reformasi: bahwa dana dari  sumber resmi pemerintah hanya cukup untuk memenuhi sebagian kecil dari  kebutuhan militer; bahwa bisnis-bisnis militer menghasilkan pendapatan besar  yang dapat menutupi hampir seluruh kekurangan dana dari anggaran resmi; dan  bahwa keuntungan dari bisnis-bisnis militer sebagian besar digunakan untuk  kesejahteraan prajurit.</font></p>
<p><font face="geneva,arial" size="-1">Walaupun pengeluaran resmi pemerintah  Indonesia dalam bidang militer relatif kecil, pengeluaran tersebut lebih besar  dari angka-angka yang ditunjukkan oleh anggaran militer. Pengeluaran tambahan  pemerintah sering tersembunyi di dalam anggaran untuk bidang lainnya, ada  pemborosan yang cukup tinggi, dan biaya yang diterima dari pemerintah telah  meningkat dengan pesat dalam tahun-tahun belakangan ini. </font></p>
<p><font face="geneva,arial" size="-1">Mengenai alasan kedua, bukti-bukti yang kami  temukan menunjukkan bahwa banyak usaha bisnis militer yang gagal total, dan  dari segi hasil bersih, usaha bisnis yang langsung dimiliki oleh pihak  militerpun hanya memberikan sumbangan kecil untuk membantu menutupi biaya yang  tidak dianggarkan—seperti yang mulai diakui oleh para pejabat pemerintah. Di  dalam budaya &#8220;boleh saja&#8221; yang tumbuh dari keinginan dan harapan  bahwa pihak militer akan dapat menghasilkan pendapatan untuk sumbangan biaya,  dan juga dari  ketiadaan pengawasan terhadap pendapatan tersebut, prestasi  kerja buruk bisnis-bisnis &#8220;resmi&#8221; aparat militer” telah membantu  menyebarnya kegiatan-kegiatan ekonomi aparat militer yang tidak resmi dan tidak  legal, yang lebih tersembunyi dan lebih sulit untuk diawasi. </font></p>
<p><font face="geneva,arial" size="-1">Berlawanan dengan apa yang dikatakan oleh  orang-orang yang mempercayai alasan ketiga, ada juga bukti kuat yang  menunjukkan bahwa dana-dana hasil usaha swadana pihak militer (khususnya,  tetapi tidak hanya, melalui dana-dana yang dikumpulkan melalui korupsi yang  sudah merasuk dan melalui kegiatan kriminal lainnya) hanya masuk ke  kantong-kantong pribadi, dan bukan digunakan untuk memperbaiki kondisi  prajurit. </font></p>
<p><font face="geneva,arial" size="-1">Penilaian laporan ini tentang upaya reformasi  yang sudah dilaksanakan hingga saat ini, berpusat pada Undang-undang TNI No. 34  Tahun 2004 yang merupakan dasar dari upaya-upaya saat ini. Undang-undang  tersebut mewajibkan pihak militer untuk mennghentikan kegiatan bisnisnya dalam  waktu lima tahun. Untuk memanfaatkan kesempatan ini semaksimal mungkin,  pejabat-pejabat sipil dan militer harus memiliki tekad besar bagi terwujudnya  reformasi yang menyeluruh. Sayangnya, sebagaimana diumumkan sejauh ini,  rencana-rencana pemerintah tidak menanggapi seluruh ruang-lingkup masalah.  Rencana tersebut hanya memusatkan perhatian terhadap satu bagian saja dari satu  jenis kegiatan ekonomi militer: bisnis resmi dimana pihak militer terbukti  mempunyai saham kepemilikan. </font></p>
<p><font face="geneva,arial" size="-1">Para pemimpin militer juga telah mencoba untuk  membatasi ruang lingkup reformasi keuangan untuk mempertahankan beberapa usaha  bisnis yang menurut mereka—berlawanan dengan bukti yang ada—merupakan lembaga  yang terlepas dari pihak militer, tidak menggunakan sumber daya pemerintah,  atau hanya berfungsi untuk mendukung kesejahteraan prajurit. Dari hasil yang  dapat dilihat, tampaknya usaha pihak militer ini telah berhasil: saat laporan  ini ditulis, rancangan awal  pemerintah berisi semua pengecualian ini.  Akibatnya hanya akan ada reformasi di permukaan saja yang tidak akan  mempengaruhi usaha-usaha bisnis pihak militer maupun keuntungan-keuntungan  pihak militer dari kegiatan bisnis yang tidak resmi dan tidak legal. </font></p>
<p><font face="geneva,arial" size="-1">Bagian akhir laporan ini menyampaikan  rekomendasi-rekomendasi teperinci dalam usaha reformasi. Supaya upaya reformasi  keuangan pihak militer dapat berhasil, pemerintah harus menentukan pokok  permasalahannya secara tepat, mengenali ongkos nyata usaha swadana dari segi  hak asasi manusia—termasuk masalah ketidakmampuan pemerintah untuk mengadili  anggota militer yang melakukan tindakan kriminal yang melanggar hak asasi  manusia—dan menjanjikan diri sepenuhnya untuk mengakhiri usaha swadana militer  tersebut. Hal ini membutuhkan langkah-langkah nyata untuk menuntut  pertanggungjawaban keuangan di pihak militer, melarang semua bentuk  komersialisme militer, mengembangkan dan menerapkan sebuah strategi menyeluruh  untuk menghentikan kegiatan bisnis pihak militer, dan membiayai militer sesuai  dengan kebutuhan (setelah melakukan kajian yang cermat terhadap kebutuhan  sesungguhnya dan dengan mempertimbangkan prioritas-prioritas nasional lainnya).</font></p>
<p align="center"><font face="geneva,arial" size="-1">*                       *                       *</font></p>
<p><font face="geneva,arial" size="-1">Hampir tidak mungkin untuk menentukan nilai  total dari berbagai kegiatan ekonomi aparat militer Indonesia. Minat dan hasrat  militer di bidang ekonomi tersebar di seluruh negeri melalui jarungan yang  luas, yang meliputi usaha bisnis besar dan kecil, terpusat atau lokal, legal  dan ilegal. Tidak seorangpun, termasuk para pejabat tinggi militer, mengetahui  secara pasti jumlah uang yang terlibat. Selama bertahun-tahun, pejabat  pemerintah terus mengulangi tafsiran tidak resmi yang menyatakan bahwa  dana-dana yang dianggarkan secara resmi di APBN untuk pihak militer hanya  mencakup 25-30 persen dari pengeluaran militer sesungguhnya, dan selebihnya  dibayar dari dana-dana di luar anggaran. Pada tahun 2005, pejabat pemerintah  menolak tafsiran tersebut dan mengatakan bahwa tafsiran itu sudah kadaluwarsa  dan tidak lagi tepat. Meskipun demikian, tidak jelas juga apakah tafsiran  terakhir yang memberikan angka sekitar 50 persen bisa lebih dapat diandalkan,  karena para pejabat pemerintah belum mempelajari dan meneliti besarnya kegiatan  di luar anggaran dan selalu memberikan informasi yang berbeda beda. </font></p>
<p><font face="geneva,arial" size="-1">Ada ketidakjelasan yang sama mengenai jumlah  usaha bisnis militer. Inventorisasi awal yang dilakukan oleh pihak militer di  tahun 2005, mula-mula memberikan angka 219, tetapi inventorisasi berikutnya di  tahun 2006 memberikan angka 1520. Beberapa pejabat pemerintah telah  mempertanyakan apakah data baru tersebut dapat dipercaya; menurut mereka,  jumlah usaha bisnis militer yang sesungguhnya jauh lebih rendah dari angka yang  diberikan. Dengan alasan yang sama, dapat juga dikatakan bahwa inventorisasi  resmi tersebut memberikan jumlah usaha bisnis militer yang lebih kecil dari  jumlah sesungguhnya karena angka tersebut tidak mencakup kegiatan ekonomi yang  tidak resmi dan tidak legal.  Meskipun demikian, ketidakmampuan untuk  menghitung tingkat pengumpulan dana militer dan jumlah tepat bisnis-bisnis  militer tersebut bukan berarti tidak dibutuhkan sebuah perubahan. Ada  kesepakatan umum bahwa usaha swadana militer merupakan sebuah kebiasaan  berbahaya yang tidak boleh dilanjutkan.</font></p>
<p align="center"><font face="geneva,arial" size="-1">*                       *                       *</font></p>
<p align="center">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p align="center">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p align="center">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p align="center">&#8212;&#8211;</p>
<p align="center">-</p>
<p align="center">&nbsp;</p>
<h2><font face="geneva,arial" size="-1"><a title="_Toc161047127" name="_Toc161047127"></a><a title="_Toc158108001" name="_Toc158108001"></a>Kesempatan  Reformasi</font></h2>
<p><font face="geneva,arial" size="-1">Saat ini, pihak militer Indonesia (Tentara  Nasional Indonesia atau TNI) diwajibkan oleh Undang-undang No. 34 tahun 2004  untuk menarik diri dari kegiatan ekonomi. Di bawah undang-undang tersebut,  pemerintah Indonesia harus mengambil alih aset-aset bisnis militer  selambat-lambatnya pada tahun 2009. Undang-undang itu juga melarang pihak  militer untuk berkecimpung di dalam kegiatan bisnis dan untuk menerima dana di  luar anggaran negara. Pimpinan TNI Indonesia telah berjanji untuk bekerja sama  dan mengungkapkan keinginan untuk menyerahkan beberapa bisnisnya sebelum batas  waktu yang telah ditentukan. Para pejabat sipil mengakui bahwa kegiatan ekonomi  militer yang merajalela memakan biaya yang sangat tinggi baik terhadap angkatan  bersenjata itu sendiri maupun terhadap negara, dan harus segera diakhiri.  Komitmen terhadap kebijakan tersebut merupakan sebuah pergantian yang penting  setelah selama bertahun-tahun, pemerintahan demi pemerintahan terus membuat  alasan-alasan untuk tidak mengambil tindakan apapun dan para pejabat militer  secara aktif menentang reformasi. </font></p>
<p><font face="geneva,arial" size="-1">Tetapi ada resiko yang tinggi. Jika  dilaksanakan secara menyeluruh dan tepat waktu sesuai dengan asas-asas  keterbukaan dan pertanggungjawaban, reformasi keuangan militer dapat menjadi  tanda bagi adanya langkah besar menuju reformasi struktural TNI. Banyak pihak  dari aparat Indonesia yang berpendapat bahwa mereka harus keluar dari usaha  mencari uang sendiri. Mereka menyadari bahwa perhatian terhadap pengumpulan  dana telah mengurangi keprofesionalan dan kesiapan militer. Perwira-perwira  tinggi militer secara terang-terangan tetap bersikeras bahwa beberapa jenis  kegiatan bisnis militer adalah sebuah cara untuk untuk mendukung kebutuhan dasar  prajurit, tapi merekapun sudah semakin mau mengakui bahwa banyak usaha bisnis  militer yang menjadi usaha untuk memperkaya diri dan hanya memberikan sumbangan  kecil kepada prajurit, serta hanya memperburuk reputasi militer. Jumlah anggota  militer di semua tingkat yang ingin bebas dari usaha swadana makin meningkat  dan mereka juga lebih senang jika tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan layak  militer jatuh ke tangan negara. </font></p>
<p><font face="geneva,arial" size="-1">Ada alasan-alasan penting lain untuk  mengakhiri usaha swadana militer. Keterlibatan militer dalam ekonomi merupakan  hal yang buruk bagi ekonomi: keterlibatan militer tersebut menyebabkan  keganjilan dan ketidakwajaran di pasar; menyediakan landasan bagi korupsi dan  penyediaan jasa sewaan (misalnya melalui akses istimewa ke sumber-sumber alam  yang menguntungkan); mempertinggi ongkos dan biaya bisnis (melalui pembayaran  untuk jaminan keamanan); dan menjadi salah satu penyebab pengrusakan lingkungan  yang menghambat pembangunan yang berkelanjutan. </font></p>
<p><font face="geneva,arial" size="-1">Biaya di segi kemanusiaan yang sangat tinggi  dari kegiatan-kegiatan ekonomi militer juga harus dipertimbangkan.  Kelompok-kelompok masyarakat sipil sejak lama telah berusaha menarik perhatian  terhadap berbagai masalah dimana keterlibatan militer di bidang ekonomi telah  memperluas penyalahgunaan kekuasaan, termasuk korupsi dan pelanggaran hak asasi  manusia. Sejarah aparat militer Indonesia dalam pelanggaran hak asasi manusia  sangat suram, dan telah diketahui oleh umum bahwa usaha swadana militer  mempunyai peran dalam mempermudah terjadinya pelanggaran hak tersebut. Hasrat  ekonomi dapat mendorong terjadinya berbagai pelanggaran oleh aparat  militer—termasuk pemerasan, perampasan hak milik, dan pencatutan—dan juga dapat  memperparah atau memperlanjut kekerasan di wilayah-wilayah sengketa dimana  pihak militer mempunyai akses ke sumber-sumber alam atau usaha bisnis yang  menguntungkan. Secara umum dapat dikatakan bahwa otonomi keuangan pihak militer  meremehkan wewenang sipil dan asas pertanggungjawaban. Reformasi keuangan pihak  militer yang efektif akan meningkatkan asas pertanggungjawaban dan membantu  membatasi pelanggaran-pelanggaran hak asasi yang dilakukan pihak militer di  Indonesia. </font></p>
<p><font face="geneva,arial" size="-1">Desakan untuk mengakhiri kegiatan ekonomi  militer merupakan suatu bagian dari agenda yang lebih luas untuk membawa pihak militer  sepenuhnya di bawah pengawasan sipil. Para pembuat kebijakan dan pemimpin  militer di Indonesia telah menyadari tuntutan publik atas reformasi militer dan  telah mulai melakukan beberapa perubahan struktural. Sebagai contoh, penarikan  diri pihak militer dari parlemen, yang bertujuan untuk membantu mengurangi  pengaruh politis militer, telah diselesaikan pada tahun 2004. Kemajuan hingga  saat ini masih terbatas dan hanya ada di beberapa bidang tertentu, namun para  pejabat tinggi Indonesia, termasuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Menteri  Pertahanan dan Panglima TNI, telah membuat janji tegas untuk melanjutkan agenda  reformasi militer. Para pejabat pemerintah dan perwira-perwira militer yang  mendukung upaya reformasi juga telah didukung oleh masyarakat. Sebuah jajak  pendapat pada tahun 2005 yang dilakukan oleh Lembaga Survei Indonesia menemukan  bahwa mayoritas rakyat Indonesia mendukung berbagai macam upaya reformasi untuk  mengurangi kekuasaan militer di masyarakat. Sejalan dengan pandangan tersebut,  mayoritas responden juga percaya bahwa TNI harus dibiayai sepenuhnya oleh  pemerintah dan bahwa aparat militer seharusnya tidak berkecimpung di dalam  kegiatan bisnis. </font></p>
<p><font face="geneva,arial" size="-1">Pengakuan terakhir dari para pemimpin  Indonesia mengenai pentingnya penanganan keuangan dan hubungan bisnis militer  perlu disambut baik, tapi janji-janji untuk melakukan reformasi yang serius  belum disertai dengan tindakan yang terarah dan menyeluruh. Usaha-usaha  pemerintah untuk mulai menangani keterlibatan ekonomi pihak militer masih  berjalan lamban, setengah hati, dan tidak lengkap. Usulan-usulan untuk  menanggapi masalah swadana militer gagal menanggapi masalah tersebut secara  menyeluruh, dan gagal memperhitungkan segi-segi hak asasi manusia dari usaha  swadana tersebut. Untuk memenuhi janji Undang-undang No. 34 Tahun 2004,  pemerintah harus memikirkan kembali dan merombak semua cara-cara pemecahan  masalah ini.</font></p>
<p align="center"><font face="geneva,arial" size="-1">*                       *                       *</font></p>
<h2><font face="geneva,arial" size="-1"><a title="_Toc161047128" name="_Toc161047128"></a><a title="_Toc158108002" name="_Toc158108002"></a><a title="_Toc136693710" name="_Toc136693710"></a>Catatan mengenai Metodologi</font></h2>
<p><font face="geneva,arial" size="-1">Laporan ini dan upaya-upaya advokasi yang  terkait merupakan satu bagian dari program kerja Human Rights Watch yang lebih  luas. Penelitian kami dalam bidang bisnis dan hak asasi manusia telah  menghasilkan banyak laporan di berbagai negara mengenai berbagai topik  permasalahan. Kami telah menulis laporan yang meneliti kegiatan perusahaan  swasta sejalan dengan norma-norma internasional mengenai perilaku perusahaan.  Kami telah melaporkan tentang pelanggaran-pelanggaran yang tersebar luas atas  hak asasi para pekerja. Kami juga telah mempelajari dan meneliti bagaimana  manajemen yang tidak cakap, korupsi, dan situasi keuangan pemerintah yang tidak  terbuka dapat berakibat buruk terhadap hak asasi manusia. Kami bekerja di  tingkat internasional untuk mendesak adanya tanggung jawab terhadap rakyat atas  dana-dana pemerintah, tanggung jawab perusahaaan atas pelanggaran-pelanggaran  hak asasi manusia, dan untuk menentang mekanisme pembiayaan di luar anggaran  yang penuh dengan korupsi, yang akhirnya akan memperlemah  perlindungan-perlindungan terhadap hak asasi manusia. </font></p>
<p><font face="geneva,arial" size="-1">Penelitian untuk laporan ini dilaksanakan  selama dua tahun, termasuk empat penelitian langsung di lapangan di Indonesia.  Kami menyelidiki masalah pembiayaan pihak militer dan meneliti beberapa kasus  yang menunjukkan beberapa dari berbagai pelanggaran hak asasi manusia  sehubungan dengan kegiatan ekonomi pihak militer. Kami juga mencoba memahami  tekanan-tekanan keuangan yang dialami oleh pihak militer dan pilihan-pilihan  sulit yang mereka hadapi.</font></p>
<p><font face="geneva,arial" size="-1">Laporan ini ditulis berdasarkan pada lebih  dari dua ratus wawancara dan penelitian mendalam lainnya yang kami laksanakan  di Indonesia dan di luar negeri. Kami berbicara dengan berbagai pihak untuk  mengumpulkan informasi. Kami bertemu dengan pejabat-pejabat pemerintah dari  Departemen Pertahanan, Mabes TNI dan sejumlah pejabat dari  kementerian-kementerian dan badan-badan pemerintah lainnya.  Kami juga  berbicara dengan beberapa pejabat tersebut secara tertulis. Sumber-sumber  lainnya meliputi akademisi, analis dan peneliti profesional, ahli-ahli militer,  pejuang masyarakat, perwira militer yang sudah pensiun, dan para wartawan. Kami  juga berbicara dengan orang-orang di dunia bisnis, diplomat, dan ahli-ahli  keuangan internasional.  Kami mengunjungi propinsi Aceh, Sumatera Utara, dan  Kalimantan Selatan untuk melaksanakan penelitian lapangan yang mendalam dengan  bantuan dari rekan-rekan Indonesia. Kami juga menggunakan pernyataan yang  diumumkan di masyarakat, hasil-hasil penelitian lain yang sudah diterbitkan,  serta bahan-bahan yang tidak pernah diterbitkan untuk mendukung penelitian kami  sendiri. Kami mendapat bantuan terutama dari hasil kerja pakar-pakar  independen, pejuang hak asasi manusia, dan aktivis-aktivis masyarakat sipil  lainnya; upaya mereka untuk meningkatkan kesadaran terhadap fenomena bisnis  militer di Indonesia dan untuk mendorong dihapuskannya usaha bisnis militer  telah membantu menciptakan tekad politik untuk mulai menangani masalah yang  serius ini.</font></p>
<p>&#8212;-</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p>Berlanjut ke:</p>
<h1><font face="geneva,arial" size="-1"><a title="_Toc161047129" name="_Toc161047129"></a>I. Dana Militer di Indonesia</font>: <a href="http://phoenixblood.wordpress.com/?p=37" title="Dana Militer di Indonesia" target="_blank">http://phoenixblood.wordpress.com/?p=37</a></h1>
<h1><font><font face="geneva,arial" size="-1">II. Anatomi Kegiatan Ekonomi Militer </font></font>: <a href="http://phoenixblood.wordpress.com/?p=38" title="II. Anatomi Kegiatan Ekonomi Militer" target="_blank">http://phoenixblood.wordpress.com/?p=38</a></h1>
<h2><font face="geneva,arial" size="-1"><a title="_Toc161047130" name="_Toc161047130"></a><a title="_Toc136753545" name="_Toc136753545"></a><a title="_Toc136752547" name="_Toc136752547"></a><a title="_Toc10597367" name="_Toc10597367"></a><a title="_Toc136693712" name="_Toc136693712"></a><a title="_Toc127025977" name="_Toc127025977"></a></font></h2>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/phoenixblood.wordpress.com/36/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/phoenixblood.wordpress.com/36/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/phoenixblood.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/phoenixblood.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/phoenixblood.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/phoenixblood.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/phoenixblood.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/phoenixblood.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/phoenixblood.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/phoenixblood.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/phoenixblood.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/phoenixblood.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/phoenixblood.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/phoenixblood.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/phoenixblood.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/phoenixblood.wordpress.com/36/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=phoenixblood.wordpress.com&amp;blog=1278611&amp;post=36&amp;subd=phoenixblood&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://phoenixblood.wordpress.com/2008/01/26/mafia-bisnis-pengusaha-militer-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/878965251281873f8ebc705c5149bbd2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">phoenixblood</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mahalnya Kursi Senayan!</title>
		<link>http://phoenixblood.wordpress.com/2008/01/26/mahalnya-kursi-senayan/</link>
		<comments>http://phoenixblood.wordpress.com/2008/01/26/mahalnya-kursi-senayan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Jan 2008 06:49:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>phoenixblood</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik DARAH Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://phoenixblood.wordpress.com/2008/01/26/mahalnya-kursi-senayan/</guid>
		<description><![CDATA[Mahalnya Kursi Senayan Perjalanan memperebutkan kursi di Senayan untuk menjadi anggota DPR RI tidaklah mudah. Penuh liku dan pengorbanan. Tidak hanya waktu dan tenaga, tetapi juga uang, terutama bagi mereka yang mewakili partai besar yang kemungkinan jadinya juga besar. ada pemilu-pemilu sebelumnya, orang yang dekat dengan elite partai bisa dengan mudah duduk di Senayan, tak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=phoenixblood.wordpress.com&amp;blog=1278611&amp;post=35&amp;subd=phoenixblood&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1>Mahalnya Kursi Senayan</h1>
<p><b><i>Perjalanan memperebutkan kursi di Senayan untuk menjadi anggota DPR RI tidaklah mudah. Penuh liku dan pengorbanan. Tidak hanya waktu dan tenaga, tetapi juga uang, terutama bagi mereka yang mewakili partai besar yang kemungkinan jadinya juga besar. </i></b></p>
<p><img src="http://www.suarapembaruan.com/News/2004/02/08/Utama/kursitif.gif" align="left" height="272" hspace="9" vspace="6" width="351" /></p>
<p><img src="http://www.suarapembaruan.com/News/2004/initials/p.gif" alt="P" align="left" height="23" width="17" />ada pemilu-pemilu sebelumnya, orang yang dekat dengan elite partai bisa dengan mudah duduk di Senayan, tak peduli berduit atau tidak, dipilih rakyat atau tidak. Namun pada Pemilu 2004 ini, orang yang mau menjadi mencicipi empuknya kursi di Senayan harus berjuang mengerahkan segala sumber dayanya karena sistem pemilu memungkinkan seorang calon legislatif (caleg) dipilih langsung (baca: Memperebutkan Caleg, hal. 8).</p>
<p>Semua caleg yang mau bertarung pada Pemilu 2004 harus mengeluarkan dana dari koceknya. Pengalaman setiap caleg memang tidak seragam. Ada yang mengaku sudah menghabiskan ratusan juta, namun ada juga yang hanya menghabiskan ratusan ribu. Dana itu digunakan untuk macam-macam kepentingan berkaitan dengan pencalonan.</p>
<p>Trimedya Panjaitan, caleg PDI-P dari Sumatera Utara II, misalnya, mengaku hingga kini sudah mengeluarkan Rp 200-300 juta. <span id="more-35"></span>Uang itu bukan untuk pengurus DPP dan DPD PDI-P, tapi untuk pengembangan partai. &#8220;Kalau untuk mengembangkan partai saya bersedia mengeluarkan dana. Tetapi kalau untuk kepentingan orang per orang, baik di DPP maupun di DPD, saya pasti tidak memberikan,&#8221; kata pengacara yang juga anggota Komisi II DPR itu.</p>
<p>Menurut Trimedya, dana yang dikeluarkannya itu untuk berbagai kebutuhan, mulai dari mendirikan pelang-pelang papan nama kantor partai yang sudah rusak, ongkos menjalankan roda organisasi DPC dan PAC, menyelenggarakan diskusi internal dan eksternal, temu kader, bakti sosial, menyediakan sembilan bahan pokok, sampai membantu pengurus partai yang masih tinggal di rumah kontrakan, dilakukannya.</p>
<p>&#8220;Di sinilah dibutuhkan ongkos yang sangat besar. Untuk menggerakkan dan menjalankan roda organisasi di sebuah DPC saja dibutuhkan anggaran yang cukup besar. Hingga Desember (2003), saya sudah menghabiskan Rp 200-300 juta,&#8221; katanya. Jumlah itu belum termasuk ongkos pergi pulang Jakarta-Medan.</p>
<p><b>Sistem Pemilu</b></p>
<p>Caleg Partai Golkar mewakili dari daerah pemilihan Nusa Tenggara Timur (NTT) II, Victor B Laiskodat, juga mengakui bahwa untuk menjadi anggota DPR RI saat ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Mahalnya biaya itu, menurut pengusaha yang kini banyak bergerak di sektor kelautan itu, terkait erat dengan sistem Pemilu 2004 yang berbeda de-ngan pemilu-pemilu sebelumnya.</p>
<p>&#8220;Dengan sistem pencalonan yang dibagi dalam zona-zona pemilihan, para caleg harus berkampanye ke lebih dari satu kabupaten. Hal ini otomatis membutuhkan dana yang lebih besar dari sistem pemilu sebelumnya, di mana caleg hanya perlu berkampanye di satu kabupaten saja,&#8221; katanya.</p>
<p>Victor mengungkapkan, kegiatan sosialisasi merupakan komponen yang paling banyak menyerap dana. Berbagai macam aksesori kampanye seperti kaus, jam tangan, kalender, bendera, dan sejumlah atribut partai lainnya telah disiapkannya dan segera dikirim ke zona yang diwakilinya.</p>
<p>&#8220;Jujur saja, saya pribadi menyiapkan dana cukup banyak untuk keperluan tersebut,&#8221; ujar mantan cagub NTT ini tanpa memerinci lebih jauh. Ia juga menolak berkomentar soal berapa besar dana kontribusi seorang caleg untuk DPP, DPD I, dan DPD II Golkar. &#8220;Saya kira hal ini kurang etis untuk dibicarakan. Kalaupun ada, saya yakin sifatnya sukarela, bukan paksaan atau kewajiban,&#8221; ujar Victor.</p>
<p>Hal senada diakui pula oleh pengacara Ruhut Sitompul, caleg Partai Golkar dari daerah pemilihan Jawa Barat. &#8220;Soal biaya yang cukup besar, itu memang konsekuensi sebuah perjuangan. Tapi, dalam partai kami bukan berarti caleg yang berkualitas tetapi tak punya uang tak bisa menjadi caleg,&#8221; tutur Ruhut. Menurutnya, dalam partainya dikenal asas seimbang, serasi, dan selaras. &#8220;Caleg yang tak punya uang, tetapi punya kualitas tetap diusulkan jadi caleg dengan bantuan kawan-kawan,&#8221; ujar Poltak Si Raja Minyak ini.</p>
<p><b>Biaya Sosialisasi</b></p>
<p>Tommy Sihotang, caleg Partai Nasional Banteng Kemerdekaan (PNBK) dari Jawa Barat, mengemukakan, sistem pemilu sekarang memerlukan biaya yang cukup tinggi bagi seorang caleg. Bukan saja biaya untuk memenuhi persyaratan administratif dari KPU maupun partai, tetapi biaya yang sangat tinggi sangat dibutuhkan untuk menyosialisasikan diri seorang caleg agar dikenal oleh konstituennya kelak.</p>
<p>Menurut Tommy yang pengacara beken ini, sosialisasi diri seorang caleg sangat membutuhkan improvisasi. &#8220;Sampai saat ini memang saya belum mengeluarkan biaya yang sangat tinggi, tetapi boleh jadi pada Maret mendatang semua caleg akan jor-joran melakukan sosialisasi kepada konstituen di daerah pemilihannya,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Tommy belum bisa memprediksi berapa biaya yang akan dia keluarkan. Meski demikian, saat ini ia sudah mulai mondar-mandir ke daerah pemilihannya, seperti Bekasi dan Bandung, dan mengeluarkan biaya yang lumayan untuk membuat kartu anggota, spanduk, dan lain-lain. &#8220;Biaya yang saya keluarkan ini masih digunakan untuk menggerakkan partai secara internal,&#8221; katanya.</p>
<p>Pengakuan senada dilontarkan Saleh Husein, caleg PAN dari wilayah pemilihan Jawa Barat. Menurut pengusaha nasional ini, dirinya sudah melakukan persiapan menjadi caleg sejak setahun lalu, dan untuk itu sudah banyak dana yang dikeluarkannya. &#8220;Untuk sosialisasi figur dan pembuatan atribut partai saja saya menghabiskan dana yang cukup besar,&#8221; ujar Saleh yang enggan menyebutkan angka pastinya.</p>
<p><b>Terkuras dan Gagal</b></p>
<p>Memang tidak mudah mendapat kursi di Senayan. Sudah mengeluarkan banyak dana pun belum tentu bisa lolos sekadar menjadi caleg. Pengalaman Samuel Lobo, calon tunggal anggota DPR yang dikirim oleh DPC PDI-P Kabupaten Sumba Timur, NTT, mungkin bisa menjadi contoh.</p>
<p>Karyawan sebuah perusahaan besar di Jakarta ini sudah mengeluarkan banyak dana dan waktu, tapi tidak juga tembus sebagai caleg resmi yang diumumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU). &#8220;Kalau dihitung-hitung total sudah sekitar Rp 200 juta yang saya habiskan untuk konsolidasi dan sosialisasi ke daerah,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Namun Samuel mengaku tidak terlalu kecewa karena dia sadar bahwa berpolitik identik dengan dana, dan kegagalan adalah salah satu konsekuensinya. &#8220;Tapi yang masih mengganjal perasaan saya hingga kini adalah transparansi dari DPP PDI-P dalam penetapan nama caleg. Karena, ada calon yang tidak pernah dicalonkan oleh daerah, tapi masuk dalam daftar resmi di KPU, padahal mekanismenya mewajibkan itu,&#8221; ujarnya prihatin.</p>
<p>&#8220;Yang lebih mengecewakan lagi sampai saat ini saya tidak pernah diberi tahu secara resmi oleh DPP bahwa saya tidak masuk dalam nominasi resmi caleg ke Senayan, padahal saya sudah menempuh semua prosedur administrasi,&#8221; tambah Samuel yang sudah bergerilya mempersiapkan diri menuju Senayan sejak lima tahun silam.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/phoenixblood.wordpress.com/35/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/phoenixblood.wordpress.com/35/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/phoenixblood.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/phoenixblood.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/phoenixblood.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/phoenixblood.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/phoenixblood.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/phoenixblood.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/phoenixblood.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/phoenixblood.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/phoenixblood.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/phoenixblood.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/phoenixblood.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/phoenixblood.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/phoenixblood.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/phoenixblood.wordpress.com/35/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=phoenixblood.wordpress.com&amp;blog=1278611&amp;post=35&amp;subd=phoenixblood&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://phoenixblood.wordpress.com/2008/01/26/mahalnya-kursi-senayan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/878965251281873f8ebc705c5149bbd2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">phoenixblood</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.suarapembaruan.com/News/2004/02/08/Utama/kursitif.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.suarapembaruan.com/News/2004/initials/p.gif" medium="image">
			<media:title type="html">P</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>[Politik] Politik Machiavellian Indonesia</title>
		<link>http://phoenixblood.wordpress.com/2007/10/12/politik-politik-machiavellian-indonesia/</link>
		<comments>http://phoenixblood.wordpress.com/2007/10/12/politik-politik-machiavellian-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Oct 2007 02:59:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>phoenixblood</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik DARAH Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://phoenixblood.wordpress.com/2007/10/12/politik-politik-machiavellian-indonesia/</guid>
		<description><![CDATA[[Politik] Politik Machiavellian Indonesia POLITIK MACHIAVELLIAN INDONESIA (Politik Mempertahankan Kekuasaan) Oleh: Sapomo CM Menyimak sejarah politik Indonesia sama artinya dengan menyimak ulang konsep politik Machiavelli. Politik Indonesia pertama-tama bukan memikirkan bagaimana penguasa mengatur tata hidup bersama, melainkan bagaimana penguasa mengatur tata pemerintahan sedemikian rupa sehingga ia tetap dicintai, dikagumi dan diandalkan rakyatnya. Politik Indonesia lebih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=phoenixblood.wordpress.com&amp;blog=1278611&amp;post=34&amp;subd=phoenixblood&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="smallfont"> 				 				<strong>[Politik] Politik Machiavellian Indonesia</strong></p>
<hr size="1" /> 			<!-- / icon and title --><!-- message --> 		 		 		 		POLITIK MACHIAVELLIAN INDONESIA<br />
(Politik Mempertahankan Kekuasaan)<br />
Oleh: Sapomo CM</p>
<p>Menyimak sejarah politik Indonesia sama artinya dengan menyimak ulang konsep politik Machiavelli. Politik Indonesia pertama-tama bukan memikirkan bagaimana penguasa mengatur tata hidup bersama, melainkan bagaimana penguasa mengatur tata pemerintahan sedemikian rupa sehingga ia tetap dicintai, dikagumi dan diandalkan rakyatnya. Politik Indonesia lebih memikirkan bagaimana kekuasaan dipertahankan selama mungkin daripada bagaimana Indonesia dibangun sebaik mungkin. Cara berpikir seperti ini sejalan dengan konsep politik modern Machiavelli.</p>
<p>Dalam Il Principe bab IX, Machiavelli menyarankan bagaimana seorang penguasa mempertahankan kekuasaannya. Caranya adalah dengan menarik hati dan simpati rakyat. Ia lantas menulis begini: &#8220;The Prince is, moreover, obliged to live always with the same people.&#8221; Selanjutnya Machiavelli menambahkan: &#8220;One, however, who becomes prince by favour of the populace, must maintain its friendship, which he will find easy, the people asking nothing but not to be oppressed. But one who against the peoples wishes becomes prince by favour of the nobles, should above all endeavour to gain the favour of the people; this will be easy to him if he protects them. The prince can win their favour in many ways, which vary according to circumstances.&#8221;<br />
<span id="more-34"></span><br />
Pemimpin dan politisi Indonesia sangat kentara mengikuti jalan pikiran Machiavelli ini. Lihatlah bagaimana Soekarno berkuasa selama dua puluh tahun. Berikutnya menyusul Soeharto. Bahkan lebih lama; tiga puluh dua tahun. Tidak ketinggalan para pejabat negara baik di pusat maupun di daerah-daerah. Itu baru di lembaga eksekutif, pemerintahan. Namun lihat pula lembaga legislatif, baik di pusat (DPR RI), DPRD I dan DPRD II. Para politisi menjadi anggota dewan sekian periode hingga tua. Politisi dadakan bertindak anarkis atas nama kepentingan rakyat.</p>
<p>Adalah menarik untuk disimak bersama hal-hal berikut ini. Mereka bertahan menjadi pejabat negara dan wakil rakyat sekian lama karena legitimasi yang kuat dari rakyat. Mereka sangat pintar menarik hati rakyat. Rupanya semangat feodalisme dan patrialisme masyarakat Indonesia dimanfaatkan dengan sangat baik oleh mereka. Saran Machiavelli tepat. Penguasa mengambil hati rakyat dengan banyak cara sesuai dengan keadaan. Marilah kita lihat bagaimana para penguasa, pemimpin, pejabat negara dan anggota dewan pintar mengambil hati rakyat. Mereka menjadi Machiavelli ala Indonesia sejak awal kemerdekaan hingga periode reformasi saat ini.</p>
<p>Masyarakat Indonesia akrab dengan iklim kekeluargaan dan persaudaraan. Para pemimpin ibarat bapak dalam keluarga besar. Para pendiri negara Indonesia mengerti dengan baik hal itu. Maka tidak heran bila Soepomo dalam pidatonya di sidang BPUPKI berkata: &#8220;maka para pejabat negara ialah pemimpin yang bersatu-jiwa dengan rakyat dan para pejabat negara senantiasa wajib memegang teguh persatuan dan keseimbangan dalam masyarakat&#8221;. Pendapat ini disetujui mayoritas anggota sidang untuk membangun Indonesia Merdeka. Lahirlah pada waktu itu konsep negara kesatuan untuk mempersatukan aneka suku, agama, ras dan antar golongan yang ada di Nusantara. Itulah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Soekarno dengan karisma pemimpinnya secara gemilang berhasil mewujudkan harapan itu. Rakyat begitu mengagung-agungkan beliau. Hal yang sama juga terjadi pada tokoh-tokoh kemerdekaan lain seperti Hatta, Sjahrir dan lain-lain.</p>
<p>Bagaimana Soekarno bisa bertahan sekian lama menjadi penguasa Indonesia? Soekarno memiliki karisma yang besar. Lewat kemahirannya berpidato, ia telah membius rakyat sedemikian rupa. Semangat yang berkobar, penampilan yang memikat, gaya bicara yang apik dan jiwa pemimpin yang selalu dekat dengan rakyat senantiasa ia miliki. Ia sendiri berjanji untuk menjadi penyambung lidah rakyat. Namun siapa yang menduga kalau segalanya itu secara efektif dipakai melanggengkan kekuasaannya. Demokrasi terpimpin menjadi puncak di mana naluri berkuasa Soekarno tampak kian jelas.</p>
<p>Adalah Hatta yang melihat tanda-tanda itu. Ketika itu Hatta menulis: &#8220;Demokrasi liberal hendak digantinya dengan apa yang disebutnya demokrasi terpimpin&#8221; Tetapi dengan perubahan Dewan Perwakilan Rakyat yang terjadi sekarang, dimana semua anggota ditunjuk oleh presiden, lenyaplah sisa-sisa demokrasi yang penghabisan. Demokrasi terpimpin Soekarno menjadi suatu DIKTATUR yang didukung oleh golongan-golongan yang tertentu. Soekarno mengangkat diri menjadi presiden seumur hidup. Celakanya hal itu didukung oleh rakyat lewat parlemen. Maka tidak heran bila Hatta, seorang negarawan yang tulus, akhirnya mengundurkan diri dari jabatannya sebagai wakil presiden. Nafsu atas kuasa membutakan mata Soekarno, menutup pintu demokrasi.</p>
<p>Menyusul berikutnya; Soeharto. Dengan semangat Orde baru dan demokrasi Pancasila, ia melakukan program stabilitas politik nasional. Program ini bertujuan melakukan pembenahan dan pembaharuan politik demi mencapai keberhasilan pembangunan sosial dan ekonomi. Fokusnya terletak pada sektor ekonomi. Pembangunan fisik dilakukan secara meluas di seluruh negeri. Mulai dari kota hingga desa-desa. Tidak heran bila kemudian Soeharto dipuja-puji dan diberi gelar Bapak Pembangunan. Rakyat akhirnya dininabobokkan oleh pembangunan. Soeharto menjadi ikon penguasa sukses yang harus tetap dipertahankan kekuasaannya.</p>
<p>Sementara itu, institusi-institusi politik dikembangkan sedemikian rupa sehingga menghasilkan formasi politik yang mendukung penguasa. Kekuasaan politik berpusat di tangan pemerintah/penguasa. Institusi perwakilan politik rakyat secara efektif bekerja untuk melegitimasi kebijakan pemerintah. Fungsinya sebagai wakil rakyat tidak dilaksanakan secara memadai. Dengan demikian, kekuasaan penguasa dilanggengkan oleh rekayasa politik lewat mekanisme pemilu yang ada. Hal yang sama juga terjadi di daerah-daerah. Para gubernur, bupati dan camat yang biasanya didominasi kalangan militer berkuasa hingga beberapa periode</p>
<p>Akhirnya, rakyat terutama kaum intelektual dan mahasiswa, bosan dengan aneka rekayasa politik. Maka lahirlah kemudian gelombang reformasi yang menuntut pembaharuan di segala bidang kehidupan. Soeharto kemudian lengser. Kekuatan reformasi melahirkan demokrasi yang lebih maju. Lantas bagaimana situasi politik di masa ini? Demokrasi di era reformasi terasa kebablasan. Demokrasi yang mendadak membuat para politisi tidak siap berpolitik secara sehat. Maka muncul sekian banyak politisi dadakan di DPR yang justru menimbulkan anarki. Lihatlah kericuhan yang terjadi di sidang parpurna DPR ketika membahas kenaikan harga BBM medio Maret lalu.</p>
<p>Para politisi dadakan itu jelas Machiavellian. Mereka tampaknya berjuang keras melanjutkan aspirasi rakyat. Mereka berteriak, melompati meja dan saling dorong atas nama rakyat. Namun siapakah yang tertawa senang melihat aksi itu? Rakyat? Saya kira tidak. Rakyat justru malu melihat para wakilnya seperti para preman berdasi. Kita mesti bertanya lagi. Apakah itu sungguhan ataukah hanya kamuflase semata? Apakah terdorong oleh nurani kemanusiaan ataukah hanya untuk mempertahankan kedudukannya sebagai anggota dewan. Memperjuangkan aspirasi rakyat ataukah berdusta dan menarik simpati rakyat? Kalau benar opsi yang kedua, maka politik Machiavellian masih diminati para penguasa pejabat dan politisi Indonesia. Sampai kapan? Saya tidak tahu. Filsafat politik tidak mengurusi aneka ramalan dan praduga politik. Ia bertugas untuk menganalisa dan mengkritisi realitas politik yang ada. Kita hanya diminta: Belajarlah dari sejarah!<br />
<a href="http://kaskus.us/userframe.php?link=http://www.berpolitik.com/viewnewspost.pl" target="_blank">http://www.berpolitik.com/viewnewspost.pl</a></p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p><em><strong>Politik Indonesia pertama-tama bukan memikirkan bagaimana penguasa mengatur tata hidup bersama, melainkan bagaimana penguasa mengatur tata pemerintahan sedemikian rupa sehingga ia tetap dicintai, dikagumi dan diandalkan rakyatnya.</strong></p>
<p>Apa maksudnya sekarang ini yang disebut sebagai politik &#8220;tebar Pesona&#8221; itu?<br />
Secara sederhana saja, naluri orang mau menjadi pemimpin yang berkuasa itu dilatar-belakangi 2 hal saja. Kedua latar-belakang itu sangat ditentukan oleh &#8216;niyat ingsun&#8217; dari sang pedamba kekuasaan itu.</p>
<p>&#8216;Niyat ingsun&#8217; pertama karena dimovasi kepentingan materi, baik berupa keuntungan berupa harta kekayaan pada umumnya atau berupa &#8216;materi&#8217; yang berbentuk keinginan untuk memuaskan diri agar dia bisa memerintah, mengendalikan, dan menguasai manusia lain sesuai kehendak dirinya sendiri Bak seorang Raja yang tak akan ada manusia yang akan membantahnya. Yang terakhir ini pada puncaknya dia akan berupaya membawa rakyatnya untuk mengkultuskan dirinya sebagai tuhan. Inilah mungkin yang dimaksudkan oleh Machiavelli, seperti tokoh: Pharao (Fir&#8217;aun), Nero, Hitler, Stalin dan mungkin poula Bush dalam era modern sekarang ini.</p>
<p>&#8216;Niyat ingsun&#8217; kedua karena lebih dimovasi keterpanggilan jiwa dan idealismenya untuk membebaskan rakyatnya atau ummatnya dari sebuah model penindasan yang disebabkan oleh kezaliman yang dibuat oleh sistem atau peorangan yang bersifat lalim. Ini misalnya banyak kita temukan pada model kepemimpinan yang pernah dicontohkan oleh para nabi atau orang-orang suci dalam sejarah peradaban manusia (Musa, Yesus, Muhammadsaw, atau tokoh spiritual lainnya seperti Budha Gautama, Gandhi, Dalai Lama).</p>
<p>Nah yang sulit itu, kita tak bisa menuding seorang Pemimpin yang akan memimpin Indonesia sekarang dan di masa depan (saat mereka mencalonkan Capres 2009 nanti), masuk kelompok yang mana, kecuali yang bersangkutan telah melalui masa kekuasaannya atau kekuasaannya telah habis dan berlalu sehingga kita bisa mengevaluasinya sebagai pelaku sejarah. Bagaimana anda bisa mengetahui &#8216;niyat ingsun&#8217; yang ada dalam sanubari seorang Capres itu?</p>
<p>Yang terkadang sulit dipahami dan diterima oleh kebanyakan manusia normal adalah, ketika Tuhan pun membiarkan saja dan bahkan &#8216;mengizinkan&#8217; kedua tipe pemimpin itu secara silih berganti untuk naik sebagai pemimpin, dengan tidak mengurangi hak-hak mereka sebagai pemimpin rakyatnya.</p>
<p>Lalu apakah rakyat yang dipimpin itu akan punya kesempatan untuk memilih pemimpin &#8216;terbaik&#8217; bagi mereka semua, sehingga mereka tidak dirugikan kelak oleh sang pemimpin itu? Justru disitulah letak adil dan demokratisnya kehidupan kita sebagai manusia. Sebab, bagaimana pun sebagai rakyat, kita pasti akan memilih seorang pemimpin dari kelompok kita sendiri, yang kita nilai dia itu adalah paling baik dalam komunitas kita. D.p.l. <strong>kwalitas seorang pemimpin itu, bagaimana kondisi masyarakatnya saja </strong></p>
<p>Jadi kalau kita ini berada dalam sebuah komunitas yang anggotanya mayoritaspunya kesenangan &#8216;molimo&#8217; antara lain suka maling, main judi, merampok, berzina, atau mabok &#8230; tentulah yang kita angkat sebagai pemimpin kita adalah orang-orang yang paling &#8216;jago&#8217; untuk semua itu, yang akan kita nobatkan sebagai &#8216;Raja Maling&#8217;, &#8216;Raja rampok&#8217;, &#8216;Raja Zina&#8217;, &#8216;Raja Penjudi&#8217; atau &#8216;Raja Pemabok&#8217;, bukan?</p>
<p>Tapi kalau kita ini berada dalam sebuah komunitas yang anggotanya adalah orang baik-baik, adil, jujur, disiplin, menghargai kehidupan dan kemanusiaaan, sopan, santun, tentulah tak mungkin komunitas itu salah pilih pemimpinnya, dengan memilih calon pemimpin yang suka &#8216;molimo&#8217;, bukan? Mereka pasti akan mengangkat seorang pemimpin yang jujur, amamanh, cerdas dan punya komitmen untuk melakukan perbaikan masyarakatnya untuk mencapai kehidupan yang lebih baik di dunia dan akhirat</em></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/phoenixblood.wordpress.com/34/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/phoenixblood.wordpress.com/34/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/phoenixblood.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/phoenixblood.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/phoenixblood.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/phoenixblood.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/phoenixblood.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/phoenixblood.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/phoenixblood.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/phoenixblood.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/phoenixblood.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/phoenixblood.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/phoenixblood.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/phoenixblood.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/phoenixblood.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/phoenixblood.wordpress.com/34/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=phoenixblood.wordpress.com&amp;blog=1278611&amp;post=34&amp;subd=phoenixblood&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://phoenixblood.wordpress.com/2007/10/12/politik-politik-machiavellian-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/878965251281873f8ebc705c5149bbd2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">phoenixblood</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ketua DPD : DPR Itu Serba Uang</title>
		<link>http://phoenixblood.wordpress.com/2007/10/06/ketua-dpd-dpr-itu-serba-uang/</link>
		<comments>http://phoenixblood.wordpress.com/2007/10/06/ketua-dpd-dpr-itu-serba-uang/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Oct 2007 13:35:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>phoenixblood</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik DARAH Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://phoenixblood.wordpress.com/2007/10/06/ketua-dpd-dpr-itu-serba-uang/</guid>
		<description><![CDATA[Ketua DPD : DPR Itu Serba Uang Enggan Berbagi Kewenangan karena Tak Ada Tawaran Menguntungkan JAKARTA &#8211; Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Ginandjar Kartasasmita menuding sinis DPR. Menurut dia, DPR itu serbauang. Mantan menteri pertambangan dan energi pada era Soeharto tersebut memperkirakan, usul amandemen UUD yang meminta DPR berbagi kewenangan dengan DPD diganjal dewan karena [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=phoenixblood.wordpress.com&amp;blog=1278611&amp;post=32&amp;subd=phoenixblood&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="smallfont"> 				 				<b>Ketua DPD : DPR Itu Serba Uang</b></p>
<hr size="1" /> 			<!-- / icon and title --> 		 		 		<!-- message --><b>Enggan Berbagi Kewenangan karena Tak Ada Tawaran Menguntungkan</b></p>
<p>JAKARTA &#8211; Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Ginandjar Kartasasmita menuding sinis DPR. Menurut dia, DPR itu serbauang.</p>
<p>Mantan menteri pertambangan dan energi pada era Soeharto tersebut memperkirakan, usul amandemen UUD yang meminta DPR berbagi kewenangan dengan DPD diganjal dewan karena tidak ada tawaran menguntungkan.</p>
<p>&#8220;Usul amandemen adalah upaya besar, tapi tanpa uang. Padahal, untuk mengegolkan undang-undang saja, DPR perlu uang,&#8221; ujar Ginandjar dalam buka puasa bersama kelompok DPD di MPR, Jakarta, kemarin (19/9).</p>
<p>Hadir dalam acara tersebut Wakil Ketua MPR Aksa Mahmud serta sejumlah pakar seperti Sri Soemantri, Satya Arinanto, Deny Indrayana, Cecep Effendi, Syamsudin Haris, Umar Juoro, Sukardi Rinakit, dan Marwah Daud Ibrahim. Mereka dimintai pendapat mengenai usul amandemen UUD 1945, khususnya pasal 22D tentang peran dan kewenangan DPD.</p>
<p>Menurut Ginandjar, fraksi-fraksi di DPR menolak usul amandemen karena tidak ada manfaat langsung yang diterima parpol-parpol. Bahkan, jika amandemen gol, sejumlah hak istimewa parpol akan berkurang karena ada share (pembagian) kewenangan yang seimbang antara DPR dengan DPD. &#8220;Mereka (parpol-parpol) tentu bertanya, kami dapat apa,&#8221; ungkapnya.<span id="more-32"></span></p>
<p>DPD, kata dia, tidak bisa memberikan apa pun, selain menuntut DPR berbagi kewenangan sejalan dengan prinsip parlemen dua kamar (bikameral). &#8220;Yang saya dengar, katanya di DPR serba uang. <b>Untuk mengegolkan undang-undang saja, perlu nyogok seperti kasus Rokhmin Dahuri</b> (dana Departemen Kelautan dan Perikanan),&#8221; tegasnya.</p>
<p>Yang semakin menyedihkan, jelas Ginandjar, Pansus RUU Pemilu DPR terkesan hendak meminggirkan DPD. Hal itu terkait dengan usul rumusan penamaan rancangan undang-undang yang dibahas menjadi RUU Pemilu Legislatif dan DPD.</p>
<p>&#8220;Kalau begitu rumusannya, DPD itu lembaga apa? Apakah lembaga eksekutif atau yudikatif? Atau lembaga auditor seperti BPK? Perlu ditanyakan juga, apakah DPD semacam lembaga pertimbangan presiden,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Dia menyatakan, fraksi-fraksi di DPR kelewat nafsu dan haus kekuasaan. Selain tidak berbagi kewenangan dengan DPD, DPR mau mengerjai calon kepala daerah perseorangan dengan syarat minimal dukungan harus 10-15 persen.</p>
<p>&#8220;Begitu bernafsunya parpol. Di Jawa Barat, ada anggota parpol yang kurang dari 100 ribu orang. Padahal, bikin parpol cukup 50 orang. Ini DPR mau menetapkan syarat calon perseorangan sampai 15 persen. Sungguh tidak adil,&#8221; katanya.</p>
<p>Peneliti LIPI Syamsudin Haris memberikan masukan agar DPD pandai membungkus isu. Usul penguatan peran DPD, kata dia, tidak strategis dan pasti kurang direspons. &#8220;Isunya mesti digeser menjadi penguatan sistem perwakilan dan pemerintahan presidensial yang kuat serta efektif,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Hal itu dimaksudkan agar tidak ada kesan DPD hanya memperkuat kewenangan sendiri.<br />
<a href="http://kaskus.us/userframe.php?link=http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail_c&amp;id=304533" target="_blank">http://www.jawapos.co.id/index.php?a&#8230;il_c&amp;id=304533</a></p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-<br />
Dari seorang teman:</p>
<p><i>He&#8230;he&#8230;heee&#8230; ketahuan &#8230; suka uang ya! tapi kata temanku yang duduk di DPR, kaloauDPD dikasih kewenangan &#8216;berlebihan&#8217; untuk berperan di daerahnya dan di dalam kehidupan tata-negara melalui amandemen UUD 1945, dipastikan oleh temanku tadi akan menambah &#8216;hight cost money politics&#8217; di tingkat daerah maupun nasional kelak di kemudian harinya.  <b>Jadi untuk efisiensi dan &#8216;menyelamatkan&#8217; uang negara di kemudian hari</b>, usulan amandemen UUD 1945 yang akan membikin DPD semakin &#8216;super&#8217; saja, enggak mereka beri dulu &#8230; wah , ternyata urusan di balik upaya &#8216;keras&#8217; untuk mengamandemen UUD 1945, akhirnya bermuara ke UUD pula (Ujung-Ujungnya Duit, Broe!) </i></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/phoenixblood.wordpress.com/32/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/phoenixblood.wordpress.com/32/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/phoenixblood.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/phoenixblood.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/phoenixblood.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/phoenixblood.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/phoenixblood.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/phoenixblood.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/phoenixblood.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/phoenixblood.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/phoenixblood.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/phoenixblood.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/phoenixblood.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/phoenixblood.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/phoenixblood.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/phoenixblood.wordpress.com/32/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=phoenixblood.wordpress.com&amp;blog=1278611&amp;post=32&amp;subd=phoenixblood&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://phoenixblood.wordpress.com/2007/10/06/ketua-dpd-dpr-itu-serba-uang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/878965251281873f8ebc705c5149bbd2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">phoenixblood</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mafia &#8220;Geng Sembilan&#8221; di Indonesia</title>
		<link>http://phoenixblood.wordpress.com/2007/08/16/mafia-geng-sembilan-di-indonesia/</link>
		<comments>http://phoenixblood.wordpress.com/2007/08/16/mafia-geng-sembilan-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Aug 2007 01:30:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>phoenixblood</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://phoenixblood.wordpress.com/2007/08/16/mafia-geng-sembilan-di-indonesia/</guid>
		<description><![CDATA[Sekilas: Mafia &#8220;Geng Sembilan&#8221; di Indonesia DI dunia remang-remang, nama &#8220;Gang of Nine&#8221; menjadi legenda. Dibekingi Keluarga Cendana dan petinggi militer, segala sepak terjangnya hampir tak tersentuh. Taipan Tommy Winata-bersama Sugianto Kusuma alias Aguan-disebut-sebut sebagai godfather-nya. Bisnis mereka terentang dari properti hingga judi, dari obat terlarang hingga otomotif. Benarkah? Dalam wawancara dengan TEMPO, Tommy membantah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=phoenixblood.wordpress.com&amp;blog=1278611&amp;post=31&amp;subd=phoenixblood&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sekilas:</p>
<p><a href="http://triadkita.blogspot.com/2006/02/mafia-geng-sembilan-di-indonesia.html" title="external link">                             <font color="#ffffff">Mafia &#8220;Geng Sembilan&#8221; di Indonesia</font>  </a>                                                                              <font size="2">DI dunia remang-remang, nama &#8220;Gang of Nine&#8221; menjadi legenda. Dibekingi Keluarga Cendana dan petinggi militer, segala sepak terjangnya hampir tak tersentuh. Taipan Tommy Winata-bersama Sugianto Kusuma alias Aguan-disebut-sebut sebagai godfather-nya. Bisnis mereka terentang dari properti hingga judi, dari obat terlarang hingga otomotif.<br />
</font><span id="more-31"></span><br />
<font size="2">Benarkah? Dalam wawancara dengan TEMPO, Tommy membantah keras seluruh keterlibatannya di situ. Malah, &#8220;Gua baru dengar (nama kelompok itu) sekarang,&#8221; katanya. Tapi sejumlah sumber, termasuk mantan preman dan bandar judi Anton Medan, mempercayai keberadaannya. Isi perut &#8220;Geng Sembilan&#8221; berikut ini dirinci berdasarkan keterangan mereka.<br />
Kecuali Tommy dan Yorrys, yang juga membantah, beberapa nama yang ada di sini tidak dapat dikontak oleh TEMPO.</p>
<p>* Tommy Winata<br />
Mengendalikan Bank Artha Graha, yang dulu bernama Bank Propelat, milik Kodam Siliwangi. Bank Artha Graha adalah pilar utama kerajaan bisnis Tommy: Grup Artha Graha.</p>
<p>* Sugianto Kusuma (Aguan) Nama ini mulai dikenal orang ketika pada 1970-an terlibat penyelundupan barang elektronik via Palembang. Dialah yang memperkenalkan Tommy Winata dengan Angkatan Darat atau Yayasan Kartika Eka Paksi semasa Jenderal Edi Sudradjat menjabat Kepala Staf Angkatan Darat. &#8220;Pak Aguan adalah senior saya,&#8221; kata Tommy, &#8220;Beberapa keputusan bisnis yang penting selalu saya konsultasikan padanya.&#8221;</p>
<p>* Yorrys T. Raweyai (Thung Hok Liong)<br />
Ketua Umum Pemuda Pancasila ini bertindak sebagai &#8220;panglima&#8221; yang mengamankan seluruh operasi jaringan ini di lapangan.</p>
<p>* Arief Prihatna (Cocong) Menurut sumber TEMPO dan Anton Medan, di bidang ini Arief merupakan pemain lama (sejak 1975) urusan memasukan barang lewat pintu belakang. Ia bergabung dengan Tommy sekitar 1985 dan punya jaringan luas di kalangan militer. Seorang mantan karyawati di perusahaan Cocong mengaku bagaimana dia secara rutin mengirimkan &#8220;upeti&#8221; berupa barang elektronik ke kalangan tentara dan polisi Tak mengherankan, ia mulus memasukkan mobil mewah, barang elektronik, serta obat tradisional (Cina) dari Singapura, Thailand, Taiwan, dan Hong Kong. Arie Sigit (cucu Soeharto) pernah memimpin konsorsium importir obat tradisional ini.</p>
<p>* Edi &#8220;Porkas&#8221; Winata<br />
Kepada TEMPO, Tommy mengaku kenal baik tokoh ini. Imbuhan nama di tengah muncul karena reputasinya sebagai bandar judi Porkas (perusahaan milik Sigit Hardjojudanto, seperti disebut pula oleh majalah Time pekan lalu). Dia dikenal sebagai &#8220;tangan kanan&#8221; Tommy dalam bisnis ini. Menurut Anton Medan, beberapa nama berada di bawah lindungan Tommy pula.<br />
Di Jakarta, menurut sebuah sumber, pusat operasi mereka-lewat permainan mickey mouse, rolet, bakarat, black jack, dan lain-lain-adalah Pertokoan Duta Merlin, Jalan Ketapang, dan Jalan Kartini. Belakangan, pusat operasi itu dipindahkan ke Jalan Kunir di kawasan Kota, yang kini dikenal sebagai markas &#8220;Konsorsium Judi Indonesia&#8221;-jelas bukan nama organisasi resmi-dengan Edi sebagai pemimpinnya.</p>
<p>* Kwee Haryadi Kumala (A Sie) Bersama kakaknya, Cahyadi Kumala (Sui Teng), Haryadi adalah spesialis pembebasan tanah. Anton Medan juga menyebut keterlibatan Teddy Hwat dan Robert Kardinal (saudara Yorrys) dalam urusan tanah ini. Di sektor ini mereka banyak bekerja sama dengan Bambang Trihatmodjo, misalnya di Jonggol dan Sentul. Bahkan, menurut Anton dan sumber TEMPO, beberapa aset Cendana saat ini telah dialihkan ke Tommy Winata: Jonggol (3.200 hektare), Cikarang (5.000 hektare), Sawangan, Sentul, Cikampek, dan perkebunan kelapa sawit di Sumatra Utara (25.000 hektare).</p>
<p>* Arie Sigit<br />
Arie mengenal Tommy lewat pamannya, Bambang Tri. Arie-menurut sumber TEMPO-punya bisnis sampingan menarik, misalnya ekstasi, dengan omzet ratusan miliar per bulan. Tapi, dalam sebuah wawancara dengan majalah Panji beberapa waktu lalu, Arie membantah isu ini dengan tegas. Namun, sebuah sumber menjelaskan bahwa jaringan bisnis itu meliputi Bandung, Medan, Jawa Tengah, Yogya, Surabaya, dan Bali, selain Malaysia dan Australia.<br />
Pemasok utama &#8220;komoditas&#8221; ini adalah Hong Lie, buron yang dikaitkan dengan pembunuhan Nyo Beng Seng. Hong Lie sekarang bermukim di Hong Kong. Menurut seorang sumber, salah satu lokasi &#8220;perakitan&#8221; barang terlarang ini, di Tangerang, pernah digerebek polisi pada 1998 lalu, tapi kasusnya lalu dipetieskan.</p>
<p>* Iwan Cahyadi Karsa (Eng Tiong) Melalui PT Sumber Auto Graha (SAG), belum lama ini Iwan membeli 14 ribu unit mobil Timor. Menurut Anton dan sumber lainnya, SAG memperjualbelikan mobil mewah completely built-up yang diselundupkan Arief Cocong.</p>
<p>* Johnny Kesuma Melalui PT Artha Graha Investama, dia adalah orang kepercayaan Tommy di bidang investasi. Johnny adalah adik Aguan. Semula ia mengendalikan PT Amcol Graha Industries, yang pernah memegang lisensi manufaktur Sony. Menurut sumber TEMPO, saat ini ia dicekal. Sebelumnya, ia lebih banyak tinggal di Singapura. Saham Graha Investama juga dimiliki oleh Bakti Investama (dulu milik Mamiek Soeharto).</font></p>
<p>Link asli:</p>
<p>http://triadkita.blogspot.com/2006/02/mafia-geng-sembilan-di-indonesia.html</p>
<p>Perkenalan ini akan menjadi panduan bagi tulisan saya selanjutnya.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/phoenixblood.wordpress.com/31/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/phoenixblood.wordpress.com/31/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/phoenixblood.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/phoenixblood.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/phoenixblood.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/phoenixblood.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/phoenixblood.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/phoenixblood.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/phoenixblood.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/phoenixblood.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/phoenixblood.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/phoenixblood.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/phoenixblood.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/phoenixblood.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/phoenixblood.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/phoenixblood.wordpress.com/31/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=phoenixblood.wordpress.com&amp;blog=1278611&amp;post=31&amp;subd=phoenixblood&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://phoenixblood.wordpress.com/2007/08/16/mafia-geng-sembilan-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/878965251281873f8ebc705c5149bbd2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">phoenixblood</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ari Sigit, bisnis &amp; &#8220;keluarga bebas narkoba&#8221;.</title>
		<link>http://phoenixblood.wordpress.com/2007/08/01/ari-sigit-bisnis-keluarga-bebas-narkoba/</link>
		<comments>http://phoenixblood.wordpress.com/2007/08/01/ari-sigit-bisnis-keluarga-bebas-narkoba/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Aug 2007 02:19:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>phoenixblood</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://phoenixblood.wordpress.com/2007/08/01/ari-sigit-bisnis-keluarga-bebas-narkoba/</guid>
		<description><![CDATA[Ari Sigit anak dari Sigit Harjoyudanto Suharto (anak kedua soeharto), orang yang diduga sebagai Raja Narkoba nomor 1 di Indonesia dan nomor 2 se-Asia Tenggara. Diperkirakan -bahkan- total kekayaan yang diperoleh dari ladang narkotik sampai melebihi pengusaha busuk Tommy Winata (Mafia Indonesia). Pernah digadang-gadang sebagai buruan nomor 1 seluruh mafia diLas Vegas. Dikarenakan hutangnya dimeja [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=phoenixblood.wordpress.com&amp;blog=1278611&amp;post=29&amp;subd=phoenixblood&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ari Sigit anak dari <strong>Sigit                            Harjoyudanto Suharto (anak kedua soeharto)</strong>, orang yang diduga sebagai Raja Narkoba nomor 1 di Indonesia dan nomor 2 se-Asia Tenggara. Diperkirakan -bahkan- total kekayaan yang diperoleh dari ladang narkotik sampai melebihi pengusaha busuk Tommy Winata (Mafia Indonesia). Pernah digadang-gadang sebagai buruan nomor 1 seluruh mafia diLas Vegas. Dikarenakan hutangnya dimeja roulet&amp;bakaret Las Vegas sebesar US$20,000,000 (tahun 1980), Ritz London US$60,000,000, dan jutaan lainnya yang diperkirakan total sebesar US$250,000,000 (untuk kurs sekarang diperkirakan hampir sekitar US$2,000,000,000 atau 2 Milyar Juta Dollar!.)</p>
<p>Salah satu aktifitas pelarian &#8220;uang darah rakyat indonesia&#8221; yang terbesar selain dana BLBI diSingapura yang lebih tragisnya menguap begitu saja dimeja-meja judi negara asing. Kasus terakhirnya adalah tembak menembak dengan gangster australia diVictoria yang menewaskan 2 bodyguard kerabat soeharto ini.</p>
<p><img src="http://www.fugly-bali.org/images/sigit-suharto.jpg" /> <img src="http://news.bbc.co.uk/olmedia/1720000/images/_1720998_300ari_sigitap.jpg" height="180" width="315" /></p>
<p>DATANG JUGA<br />
GILIRAN SANG CUCU<br />
Ari Sigit, cucu presiden Soeharto, diberi hak monopoli tata niaga<span id="more-29"></span><br />
minuman keras. Urusannya cuma menempel stiker di botol minuman<br />
Suatu kali Presiden Soeharto, &#8220;tak usah membantu bisnis anak-anak<br />
saya&#8221;.  Dan ternyata yang dibantu sekarang, adalah anak dari  anaknya.<br />
Alias  cucunya.  Seperti  baru  saja  terjadi  pada  Ari,  anak  Sigit<br />
Soeharto.  Dengan  perusahaannya  PT  Arbamass  Multi  Invesco,   cucu<br />
Soeharto  ini,  memperoleh  hak  monopoli  koordinasi  atas  penjualan<br />
minuman beralkohol diseluruh Indonesia.<br />
Hak itu, dikeluarkan Dirjen Pemerintahan Umum dan otonomi  daerah<br />
(PUOD) 19 februari tahun lalu. Kala Dirjen PUOD masih dijabat  Warsito<br />
Rasman-kini  Gubernur Kalteng. Namun hak baru  diumumkan  Kamis,(19/1)<br />
lalu. Saat ini, PT Arbamass telah menguji coba kendalinya itu di empat<br />
wilayah, yaitu Kalbar, Irja, Sulsel, dan Bali.<br />
Tata  niaga  minuman keras itu diberlakukan  dengan  mengeluarkan<br />
stiker    khusus   yang   harus   ditempelkan   pada   minuman    yang<br />
diperjualbelikan.  &#8220;Ini untuk mengontrol penjualan minuman  beralkohol<br />
yang  sekarang ini tidak sinkron pengawasannya,&#8221;jelas  Emir  Baramuli,<br />
Presdir PT Arbamass.<br />
Stiker   tersebut  harus  ditempelkan  disetiap   botol   minuman<br />
beralkohol  yang akan dipasarkan. Harga sticker bergantung dari  kadar<br />
alkohol  yang diperjualbelikan. &#8220;Pedagang besar minuman  keras  (PBMK)<br />
yang mendapat ijin dari Departemen Kesehatan, dan para penyalur  harus<br />
terlebih   dahulu   membeli  sticker,  sebelum   mengedarkan   minuman<br />
beralkohol&#8221;  tambah  Emir.  Dan  sticker  ini  dapat  dibeli  pada  PT<br />
Arbamass.  Minuman yang dijual tanpa sticker itu akan  terkena  razia.<br />
Jadi mau tak mau produsen pasti antri sticker ke PT Arbamass.<br />
Menurut Ari Sigit dan Emir Baramuli, pengontrolan ini bukan hanya<br />
akan  meningkatkan hasil restribusi dan pajak bagi pemerintah  daerah,<br />
tetapi   juga  dapat  mengurangi  kebringasan  akibat  minuman   keras<br />
dikalangan anak muda.<br />
Hal yang luput disebut oleh keduanya, adalah keuntungan yang   PT<br />
Arbamass setelah mendapat hak monopoli ini. Harga stiker untuk minuman<br />
keras  kategori  A ( alkohol 0-5%). Misalnya bir,  sebesar  Rp  600,-.<br />
Sedangkan  untuk  kategori B ( 5-20%) dan ( 20-55%), sebesar  Rp  750.<br />
untuk  setiap  stiker yang terpasang itu PT  Arbamass  mendapat  jatah<br />
keuntungan  15%.  Artinya, dari setiap minuman keras golongan  A  yang<br />
terjual.  PT  Arbamass  mendapat untung 90,-. Dan  dari  golongan  B+C<br />
memperoleh jatah Rp 112,5,- per botol.<br />
Menurut  data yang dimiliki PT Arbamass tingkat konsumsi  minuman<br />
keras  golongan  A  di  seluruh  Indonesia  mencapai  295  juta  botol<br />
pertahunya.  Dengan  perhitungan  ini, penghasilan  PT  Arbamass  dari<br />
minuman golongan A saja, mencapai Rp 26,55 Milyar pertahun.  sementara<br />
dari  minuman  keras golongan B, yang tingkat  konsomsinya  93,9  juta<br />
botol  setiap  tahunya,  mereka  mendapat  Rp  10,563.750.000,-   dari<br />
golongan  C  yang tingkat konsumsinya 36 juta botol  pertahun,  mereka<br />
mendapat  4,05 Milyar.Total seluruhnya PT Arbamass akan memperoleh  Rp<br />
41.163.750 ,000,- setiap tahunnya.<br />
&#8220;Wajar  kami mendapat (keuntungan) itu, karena  kami  menyediakan<br />
tenaga dan anggaran awal untuk pengawasan ini,&#8221;Kata Emir Baramuli.  Ia<br />
mengaku PT Arbamass &#8211; yang didirikan 20 April 1994 &#8211; menanamkan  modal<br />
Rp  1-2  milyar di setiap propinsi untuk memegang tata  niaga  minuman<br />
keras itu.<br />
Hak monopoli yang diperoleh Ari ini, seperti jadi tradisi  bisnis<br />
keluarga  presiden. Putra-putri presiden, atau ayah, bude,  dan  pakle<br />
Ari,  menikmatinya  diberbagai sektor tata niaga  cengkeh  dan  jeruk,<br />
pemungutan iuran TV, komputerisasi STNK, atau pembangunan jalan tol.<br />
Semuanya  tentu  sukses. Kalau tidak sukses, ada cara  yang  akan<br />
ditemukan untuk mensukseskannya.<br />
Di sektor pajak televisi, lewat PT Mekatama Raya, Tommy,  menjadi<br />
mitra  TVRI  dalam mengumpulkan iuran TV. Setiap pemilik  TV  berwarna<br />
ditarik  Rp  3000  dan hitam putih Rp 1500 per  bulan.  Dengan  jumlah<br />
televisi diseluruh Indonesia sekitar 10 juta, lebih dari Rp 20  milyar<br />
diperoleh PT Mekatama Raya setahunnya.<br />
Sukses  yang  paling  kontroversial,  bisa  ditengok  pada  salah<br />
seorang  paman Ari, Hutomo Mandala Putra (Tommy). Ia  mendapatkan  hak<br />
pengaturan  perdagangan  cengkeh  dari  Badan  Penyangga   Perdagangan<br />
Cengkeh (BPPC), beberapa tahun silam.<br />
Dari setiap kg cengkeh, yang harganya ditetapkan BPPC, Tommy  mendapat<br />
bagian Rp 1000,- Dengan monopoli ini harga cengkeh kian hari kian  tak<br />
menentu, bahkan pernah anjlok sampai Rp 3000 per kg. Dan stok  cengkeh<br />
pun menumpuk di BPPC, bahkan sampai 370 ribu ton. Untuk  mengatasinya,<br />
Tommy meminta para petani menebangi pohon cengkeh mereka.<br />
Fasilitas   kredit  istimewa  juga  dinikmati  BPPC   dari   Bank<br />
Indonesia.  Awalnya  BPPC mendapat kredit likuiditas  sebanyak  Rp.750<br />
milyar,   kemudian  ditambah  lagi  Rp.  130  milliar.   Keseluruhanya<br />
berjumlah Rp. 880 milliar, dan hingga saat ini pinjaman tersebut belum<br />
terlunasi.<br />
Macetnya  pembayaran utang BPPC ke BI ini, cukup menyulitkan  BI.<br />
Sampai-sampai dua tahun lalu, pihak Bank Dunia menyatakan keprihatinan<br />
terhadap  BPPC dan tata niaga cengkeh. &#8220;Keuntungan BPPC dipungut  dari<br />
biaya  petani, koperasi, sistem perbankan dan konsumen cengkeh,&#8221;  kata<br />
Bank  Dunia. Meskipun telah menikmati keuntungan tinggi, rupanya  BPPC<br />
gagal  mempertahankan  harga beli cengkeh yang  layak  kepada  petani.<br />
Soalnya  monopoli  tidak cuma dipelajari Ari dari Tommy,  tetapi  dari<br />
pamannya  yang  lain:  Bambang Trihatmojo yang  menguasai  tata  niaga<br />
jeruk.  Sistem tata niaga jeruk ini terutama dipusatkan di  Kalimantan<br />
Barat salah satu pusat penghasil jeruk di Indonesia.<br />
PT Bimantara melalui PT Rajasri Sejahtera (RS) memperoleh kutipan<br />
harga dari setiap jeruk yang diperdagangkan. PT RS mendapat jatah  10%<br />
dari harga jual, dan sewa gedung plus ongkos bongkar muat Rp 1500  per<br />
kilogram jeruk yang akan dilempar ke pasar.<br />
Bank  Dunia kembali mengungkapkan keprihatinannya. &#8220;Dalam  teori,<br />
monopoli  perdagangan  jeruk  itu  meletakkan  harga  dasar.   Standar<br />
kualitas.  Kenyataannya,  perusahaan  menikmati  kedudukan  monoposoni<br />
dalam perdagangan,&#8221; tulis Bank Dunia. Menurut pihak Bank Dunia,  jalan<br />
keluar satu-satunya, yang akan membawa keuntungan bagi rakyat,  adalah<br />
deregulasi, &#8220;perpaduan beleid lokal dengan gerakan deregulasi nasional<br />
akan  menambah daya pertumbuhan regional, efisiensi  dan  pemerataan,&#8221;<br />
tambah mereka.<br />
Tapi   itu  kan  cuma  suara-suara  keprihatinan.   Yang   ketika<br />
ditanggapi  pun,  nggak apa-apa. Buktinya sekarang ini:  malah  datang<br />
lagi monopoli baru, tata niaga baru. Bagi sang cucu. (SAF)</p>
<p><strong>+1 Keluarga</strong></p>
<p>CUCU mantan Presiden Soeharto, Ary Sigit, kini sedang pusing berat<br />
gara-gara istrinya, Gusti Maya Firanti Noor, ditangkap polisi saat<br />
pesta shabu-shabu di sebuah hotel di Jakarta, Jumat (23/6) lalu. &#8221;Mas<br />
Ary sedang merenung, belum bisa diganggu,&#8221; kata Adhie Pramudji,<br />
teman dekat Ary Sigit, saat Bali Post bertandang ke kediamannya di<br />
Jalan Yusuf Adiwinata No. 6 Jakarta Pusat, Minggu (25/6) kemarin.</p>
<p>Sejak Maya ditahan polisi, kata Adhie Pramudji, Ary Sigit banyak<br />
berubah. Dia benar-benar ingin menyendiri, tak mau diganggu. Pramudji<br />
bercerita, kesedihan Ary menjadi berlipat-lipat ketika anak-anaknya<br />
menanyakan di mana sang mama. &#8221;Yang dapat dia lakukan hanyalah<br />
memalingkan muka saat kesedihan tergambar di wajahnya. Lalu dia peluk<br />
erat-erat anak-anaknya,&#8221; katanya.</p>
<p>Pramudji mengaku menerima telepon dari Ary setelah Maya ditangkap<br />
polisi. Dalam teleponnya, Ary menyatakan penangkapan Maya merupakan<br />
cobaan berat bagi dirinya. &#8221;Saya harus bagaimana?&#8221; kata Pramudji<br />
menirukan keluhan Ary. &#8221;Saya sarankan agar dia menyendiri dan<br />
merenung diri. Sebaiknya cobaan ini dipasrahkan kepada yang di atas<br />
(Tuhan),&#8221; nasihat Pramudji kepada Ary. Tampaknya, Ary melaksanakan<br />
nasihat itu. Dalam dua hari terakhir, Ary jarang terlihat di rumah.</p>
<p>Kini dia berada di suatu tempat, masih di wilayah DKI Jakarta, bersama<br />
ketiga anaknya. Apa yang dilakukan Ary Sigit, kata Pramudji, sempat<br />
membuat bingung keluarga besar Cendana. Mereka tidak mengerti, mengapa<br />
Ary jarang ada di rumah. Namun setelah mendapat penjelasan Pramudji,<br />
mereka sepakat tidak mengganggu privacy Ary. &#8221;Saya katakan di mana<br />
Ary sebenarnya, apa yang dilakukan, akhirnya keluarga memahami.<br />
Mereka pun membiarkan Ary serius dengan renungannya,&#8221; katanya.</p>
<p>Kediaman Ary di Jalan Yusuf Adiwinata No. 6 Jakarta Pusat, Minggu<br />
kemarin benar-benar sepi. Bahkan, seolah-olah rumah itu tak<br />
berpenghuni. Dari luar terlihat pagar tembok dipadu dengan<br />
jeruji-jeruji besi dalam ukuran kecil, menutup bagian muka halaman.<br />
Jeruji-jeruji besi ini ditutup dari dalam oleh lembaran fiberglas<br />
warna putih. Warna itu senada dengan warna tembok.</p>
<p>Di halaman rumah terdapat empat pohon palem. Kehadiran keempat palem<br />
tersebut memberi kesan lapang pada sisi depan halaman rumah. Kesan ini<br />
diperkuat oleh kekokohan sebatang pohon trembesi. Daun dan buahnya<br />
bukan hanya meredupi halaman, tetapi sudah menjulur ke jalan.</p>
<p>Bangunan inti terdiri atas tiga pendopo. Satu berada di depan, dua<br />
lainnya mengapit di belakang. Pada sisi muka pendopo depan terdapat<br />
dua soko guru ukuran sedang. Di sepanjang soko guru berukir stil Bali.</p>
<p>Minggu kemarin, terlihat enam mobil parkir di halaman rumah, di<br />
antaranya Mitsubshi Lancer, Nissan, BMW dan Mercy Baby Benz. Teman<br />
dekat Ary Sigit, Adhie Pramudji mengatakan, mobil-mobil itu tidak<br />
semuanya milik Ary. Ada beberapa milik omnya Ary, beberapa lainnya<br />
milik teman Ary.</p>
<p>Beberapa keterangan yang dihimpun Bali Post mengatakan, rumah di Jalan<br />
Yusuf Adiwinata memang kediaman Ary-Maya dan ketiga anak mereka. Namun<br />
sehari-harinya, mereka juga tinggal di rumah ayahanda Ary, Sigit<br />
Hardjojudanto, di Jalan Yusuf Adiwinata No. 12. Kedua rumah itu tidak<br />
jauh dari tempat tinggal Soeharto di Jalan Cendana dan rumah Siti<br />
Hardiyanti Rukmana (Tutut) di Jalan Rasamala.</p>
<p>Ketika kemarin Bali Post konfirmasi ke kediaman Sigit, karyawan di<br />
sana mengatakan Ary tidak berada di tempat. Ditanya ke mana Ary pergi<br />
terkait dengan penahanan Maya, karyawan itu tak mau memberi<br />
penjelasan. &#8221;Saya enggak tahu, mas. Berita tentang Ibu Maya juga kami<br />
dengar dari koran. Maaf mas, saya benar-benar enggak tahu,&#8221; ujarnya<br />
seraya bergegas masuk rumah.</p>
<p>Sementara itu, tim kuasa hukum Soeharto mengaku mendengar berita<br />
penangkapan Maya bukan dari keluarga Cendana, melainkan dari media<br />
massa. Tim kuasa hukum Soeharto juga tidak diminta untuk menjadi<br />
pembela Maya. Salah seorang anggota tim kuasa hukum Soeharto, M.<br />
Assegaf menjelaskan, keberadaan tim hanya untuk kepentingan hukum<br />
Soeharto secara pribadi. &#8221;Kami bekerja secara tim untuk membela Pak<br />
Harto secara pribadi, bukan untuk keluarga Cendana,&#8221; tegas Assegaf.</p>
<p>Jika ada anggota tim kuasa hukum Soeharto yang menjadi pembela<br />
putra-putri mantan presiden itu, kata Assegaf, mereka itu bekerja atas<br />
nama pribadi</p>
<p><strong>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</strong></p>
<p><strong>+1 Narkoba</strong></p>
<p>Kalau memang pemerintah mau perang lawan narkoba, yang mesti disikat dulu<br />
adalah ARI SIGIT SOEHARTO. Ari Sigit yang relatif masih muda umurnya ini<br />
punya business empire yang dibiayai oleh narkoba.<br />
Semua rahasia umum bahwa Ari Sigit adalah boss nomor 1 untuk jaringan<br />
narkoba di Indonesia, mulai dari Ecstasy sampai dengan heroin. Yang aneh<br />
adalah kenapa orang celaka ini bisa bebas terus dan tanpa bisa ada yang<br />
stop-in dia. Aneh bukan. Dibawah Ari Sig it ada jaringan pengedar narkoba<br />
yang dukung orang-orang TNI sebagai muscle enforcer (atau tukang<br />
pukulnya). Gus Dur aja udah bilang bahwa polisi dan militer juga terlibat.<br />
Setelah itu barulah pengedar menengah dan kecil yang merembak di<br />
mana-mana.<br />
Boleh-boleh aja ratifikasi hukuman yang ada supaya lebih berat. Katanya<br />
malah mau pakai sistem hukuman mati segala. Tidak salah memang, baik-baik<br />
saja.<br />
Apabila Ari Sigit Soeharto dan pembesar-pembesar TNI/polisi tidak pernah<br />
bisa disikat, rasanya hukuman seberat apapun tidak akan mengurangi<br />
jaringan narkoba. Hukuman hanya dikenakan kepada pemakai dan pengedar<br />
kelas jalanan. Bukan sindikat utamanya. TNI/p olisi sendiri ada conflict<br />
of interests untuk memberantas narkoba. Masak TNI/polisi mau<br />
sungguh-sungguh memerangi narkoba dan menghancurkan sumber uang untuk<br />
mereka sendiri?<br />
Kalau Amerika atau Eropa sulit memberantas narkoba, salah satu alasan<br />
utamanya adalah boss-boss utamanya ada diluar negeri, seperti di Columbia<br />
(Medellin dan Cali). Di Indonesia, boss utamanya Ari Sigit Soeharto ada di<br />
dalam negeri. Kakeknya juga ada dida lam negeri. Dua-duanya juga terlibat<br />
dan perlu dihabiskan dulu. Kalau tidak, narkoba akan sulit diperangi.<br />
Waktu Soeharto masih berkuasa, narkoba peredarannya &#8220;terbatas&#8221; karena Ari<br />
Sigit ini masih dibatasi Soeharto sendiri. Setelah Soeharto turun, dia pun<br />
membiarkan Ari Sigit untuk mengganas karena Soeharto ingin negara ini<br />
repot menghadapi narkoba dan menjadi kacau. Dengan begitu, dendam Soeharto<br />
terhadap negara Indonesia bisa dilampiaskan. Dan juga, supaya Indonesia<br />
&#8220;sibuk&#8221; sehingga tidak bisa mengejar kejahatan-kejahatannya.</p>
<p><strong>***Tambahan***</strong></p>
<p>TOMMY DAN ARI SIGIT BISNIS ILEGAL DI VICTORIA<br />
JAKARTA (PasaR, 13/10/98), Polisi negara bagian Victoria sekarang<br />
sedang memburu kebenaran informasi bahwa dua anggota keluarga Cendana<br />
terlibat perdagangan narkotika di negara tersebut. Dua orang keluarga<br />
Cendana itu adalah Hutomo Mandala Putra (Tommy) dan sepupunya, Ari Sigit<br />
Hardjojudanto (lihat juga kutipan the Age oleh SiaR tanggal 3 Oktober 1998).<br />
Keterlibatan kedua anggota keluarga Soeharto tersebut terungkap<br />
dalam memorandum internal Kepolisian Federal Australia yang diterima majalah<br />
The Age awal bulan ini. Dalam terbitannya tertanggal 3 Oktober 1998, The Age<br />
menyoroti keberanian pemerintah Australia dalam membongkar kerajaan bisnis<br />
yang dibangun oleh keluarga bekas presiden, yang menguasai banyak kekayaan<br />
pribadi dan hubungan-hubungan bisnis dengan keluarga presiden yang sekarang,<br />
Habibie.<br />
&#8220;Kepolisian Victoria sedang menyelidiki barang-barang ilegal dari<br />
Indonesia yang didalamnya anggota keluarga Soeharto diduga terlibat,&#8221;<br />
demikian isi memorandum tertanggal 25 Agustus 1998 itu.<br />
Sampai saat ini, kepolisian setempat sudah berhasil menangkap 4<br />
orang, dan Tommy adalah salah satunya.. Mereka digerebek  ketika berada di<br />
sebuah rumah di Hawthorn tanggal 27 Agustus lalu. Dalam penggerebekan itu<br />
polisi berhasil menyita 200 gram obat bius jenis methylamphetamine (Ice),<br />
sebagai barang bukti.<br />
Selain dugaan terlibat perdagangan ilegal tersebut, keluarga<br />
Soeharto saat ini juga sedang menghadapi investigasi atas dugaan kekayaannya<br />
yang diperoleh dengan monopoli dengan bantuan  pemerintah dan<br />
kontrak-kontrak bisnis.<br />
Sudah menjadi rahasia umum di Jakarta, bahwa selama ini Ari Sigit merupakan<br />
&#8220;orang penting&#8221; dalam  bisnis narkotika dan pil gedhek di sejumlah klub<br />
malam ibukota.  Peristiwa tewasnya Aldi beberapa waktu lalu yang melibatkan<br />
Ria Irawan itu pun berkaitan dengan pekejaan Ari dalam bisnis haram.***</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/phoenixblood.wordpress.com/29/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/phoenixblood.wordpress.com/29/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/phoenixblood.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/phoenixblood.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/phoenixblood.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/phoenixblood.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/phoenixblood.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/phoenixblood.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/phoenixblood.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/phoenixblood.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/phoenixblood.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/phoenixblood.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/phoenixblood.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/phoenixblood.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/phoenixblood.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/phoenixblood.wordpress.com/29/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=phoenixblood.wordpress.com&amp;blog=1278611&amp;post=29&amp;subd=phoenixblood&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://phoenixblood.wordpress.com/2007/08/01/ari-sigit-bisnis-keluarga-bebas-narkoba/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/878965251281873f8ebc705c5149bbd2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">phoenixblood</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.fugly-bali.org/images/sigit-suharto.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://news.bbc.co.uk/olmedia/1720000/images/_1720998_300ari_sigitap.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
